
NBCIndonesia.com - Fakta-fakta pembunuhan sadis Eno Fariah (19), karyawati PT Polyta Global Mandiri Serang Banten, mulai terkuak. Para terduga pelaku pembunuhan Eno Fariah sudah ditangkap polisi, Minggu (15/5/2016).
Satu dari 3 terduga pelaku yang ditangkap polisi berstatus siswa SMP. Pelaku berinisial RA, berusia 15 tahun. Diduga, RA yang menusukkan cangkul ke kelamin Eno Fariah hingga tewas.
Berikut 10 fakta pembunuhan sadis Eno Fariah:
1. Pelaku Pembunuhan Eno Fariah adalah Siswa SMP
Salah satu dari 3 terduga pelaku yang membunuh Eno Fariah berstatus siswa SMP. Inisialnya RA dan baru berusia 15 tahun. RA ditangkap pada Minggu (15/5/2016).
2. Pelaku Masuk ke Kamar Eno Fariah Tengah Malam
Pelaku berinisial RA (15) masuk ke kamar Eno Fariah di Mess PT Polyta Global Mandiri, Kampung Jatimulya, Desa Jatimulya, Kosambi, Tangerang, pada Kamis tengah malam (12/5/2016) sekitar pukul 23.30 WIB. RA yang diduga memiliki hubungan khusus dengan Eno Fariah memadu kasih di dalam kamar. Keduanya terlibat ciuman panas.
3. Eno Fariah Tolak Berhubungan Badan karena Takut Hamil
Setelah ciuman panas, RA tak mampu lagi menahan birahinya. RA lantas mengajak Eno Fariah berhubungan badan. Namun, Eno Fariah menolak karena takut hamil. Kecewa dengan penolakan Eno Fariah, RA keluar dari kamar.
4. RA Kembali ke Kamar Eno Fariah Bersama Dua Temannya
Tak lama setelah keluar, RA kembali masuk ke kamar Eno Fariah. Kali ini, RA datang bersama dua rekannya. RA lantas memaksa Eno Fariah berhubungan badan.
5. RA Gigit Payudara Eno Fariah
RA dibantu dua temannya memaksa Eno Fariah berhubungan badan. Namun, korban berontak. Hal itu membuat RA marah. Pelaku kemudian membekap mulut korban dan membuka pakaiannya hingga nyaris tanpa busana. Selanjutnya, RA menggigit payudara korban.
6. Pelaku Tusuk Kelamin Korban dengan Cangkul
Setelah menyiksa Eno Fariah, RA menyuruh dua temannya mengangkat paha korban, lalau menusukkan gagang cangkul ke dalam kelaminnya. Penyiksaan sadis itu membuat Eno Fariah meregang nyawa.
7. Pelaku Tinggalkan Korban dalam Kondisi Tanpa Busana
Setelah memastikan Eno Fariah tewas, pelaku meninggalkan korban dalam kondisi gagang cangkul menancap di kelamin korban. Pintu kamar Eno dikunci dari luar.
8. Mayat Eno Fariah Ditemukan Teman Satu Mes
Mayat Eno Fariah ditemukan teman satu mesnya pada Jumat (13/5/2016) sekira pukul 08.40 WIB. Penemuan berawal dari kecurigaan teman-teman satu mes Eno Fariah yang melihat pintu kamarnya tergembok.
Rekan korban yakni Fitroh, Eroh, dan Novi, mendatangi kamar mes Eno Fariah. Mendapati kamar mes tergembok dari luar dan tidak adanya kunci duplikat, membuat Fitroh, Eroh, dan Novi berinisiatif untuk membuka kamar korban dengan menggunakan palu.
9. Eno Fariah Pulang ke Rumah Setiap Minggu
Ibu kandung Eno Fariah, Mahpudoh histeris melihat kondisi anaknya dalam kondisi mengenaskan di rumah sakit. Mahpudoh tak habis pikir orang jahat tega menghabisi nyawa anaknya dengan cara sadis. Padahal, semasa hidup Eno Fariah dikenal pendiam dan baik hati.
“Ya Allah baik banget, pendiam begini, mana ada musuhnya. Kok teganya orang,” ujar Eno yang terus-menerus menangis.
Menurut Mahpudoh, Eno Fariah pulang ke rumahnya setiap minggu di Kampung Bangkir, Kelurahan Pegandikan, Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten. Meski gajinya kecil, Eno selalu membawa makanan, kue, dan permen buat adik-adiknya saat pulang ke rumah.
10. Polisi Tangkap 3 Terduga Pelaku
Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap 3 terduga pelaku pembunuhan Eno Fariah. Satu dari tiga pelaku yang ditangkap berinisial RA (15). Pelaku berstatus siswa SMP.
Para terduga pelaku ditangkap pada Minggu (15/5/2016). Hingga kini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif. Pasalnya, keterangan pelaku berubah-ubah.
“Terduga pelaku memberikan keterangan yang tidak konsisten. Awalnya mengaku melakukan sendiri, kemudian berubah melakukan berdua,” ujar Kasatreskrim Polres Metro Tangerang AKBP Sutarmo kepada wartawan. (ps)