logo
×

Senin, 10 Desember 2018

Habis Sindir Pelatih Mitra Kukar, Pelatih Persija Sindir Pelatih Persib, Panas!

Habis Sindir Pelatih Mitra Kukar, Pelatih Persija Sindir Pelatih Persib, Panas!

NUSANEWS - Persija Jakarta memastikan diri sebagai kampiun Liga 1 2018 setelah memungkasi kompetisi dengan poin 61, unggul satu poin dari PSM Makassar di posisi kedua.

Hasil itu didapat setelah menyudahi laga penutup dengan kemenangan 2-1 sekaligus mengirim tamunya Mitra Kukar ke Liga 2 musim depan.

Usai laga, pelatih Persija Stefano Cugurra Teco angkat bicara terkait komentar pelatih Mitra Kukar, Rahmad Darmawan.

RD menyebut, dua gol kemenangan Macan Kemayoran itu didapat dengan keuntungan.

Teco menyebut, banyak pelatih di Indonesia yang selalu mencari alasan kekalahan usai laga.

“Mereka punya penalti, kenapa tidak gol? Kalau gol mereka bisa seri,” katanya usai laga.

Akan tetapi, pelatih asal Brazil itu mengaskan memiliki kiper terbaik di Indonesia.

“Saya punya kiper nomor satu di Indonesia (Andritany Ardhiyasaa),” ungkap mantan asisten pelatih Persebaya Surabaya itu.

Namun, ternyata bukan RD saja yang ‘disenggolnya’. Melainkan juga pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez yang mengomentasi skuadnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, banyak pelatih yang terlalu ikut campur dengan perjalanan Persija.

“Seperti pelatih Persib, awal musim kami dibilang akan main jelek karena juara Piala Presiden,” sindirnya.

“Kami dibilang takut. Kenapa begitu? Dia harus konsentrasi dengan timnya sendiri. Saya juga seperti itu, konsentrasi dengan tim saya sendiri,” papar dia.

Teco menambahkan, Liga 1 2018 ini memang sangat sengit. Hal itu bisa dilihat dari penentuan gelar juara dan degradasi yang sampai harus menunggu di laga penghujung.

Kondisi itu berbeda dengan sejumlah kompetisi yang pernah diarunginya. Seperti Thailand, Singapura, hingga Malaysia.

Dalam kompetisi sepakbolan di negara-negara yang pernah disinggahinya itu, lima laga sebelum akhir musim, sudah diketahui juaranya.

“Cuma ini banyak komentar yang mengganggu. Ini bagus buat media, tapi tidak buat tim,” pungkasnya.

Diberitakan PojokSatu.id sebelumnya, Kompetisi Go-Jek Liga 1 tahun ini terasa istimewa buat Persija Jakarta.

Usai memastikan diri juara, pemainnya, Rohit Chand dan sang pelatih, Stefano Cugurra Teco didapuk sebagai yang terbaik.

Rohit Chand dinobatkan sebagai Pemain Terbaik usai menyingkirkan dua pesaing terdekatnya, penggawa PSM Makassar, Wiljan Pluim dan bomber Persebaya Surabaya, David da Silva.

Sang pemain sendiri mengaku tidak menyangka masuk dalam nominasi apalagi bisa memenangkannya.

“Saya terima kasih, ini gelar kejutan untuk saya. Ini adalah kerja keras tim, tanpa teman-teman kami tak akan bisa meraih gelar ini,” tutur pemain asal Nepal itu.

Rohit dipilih oleh tim teknik dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang melakukan penilaian dari awal musim.

Pemain 26 tahun itu masuk nominasi karena mampu konsisten tampil apik bersama Persija.

Selain itu, Rohit juga bisa memainkan peran ganda sebagai gelandang kadang juga menjadi bek tengah untuk menjaga pertahanan skuat Macan Kemayoran.

Sementara Cugurra Teco dinilai pantas dilabeli Pelatih Terbaik setelah mengantarkan Macan Kemayoran juara pentas tertinggi kompetisi tanah air ini.

Selain itu, pelatih asal Brasil itu juga sukses mempersembahkan trofi Piala Presiden 2018.

Menurut Teco, kinerja manajemen dan seluruh tim Persija yang apik menjadi biang prestasi musim ini. Sempat terseok hingga pekan 13, timnya mampu bangkit dan tampil konsisten hingga akhir musim.


SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: