
NUSANEWS - Persija Jakarta menahbiskan diri sebagai tim yang berhak mengangkat trofi kampiun Liga 1 2018.
Gelar jawara itu didapat setelah menyudahi laga penutup dengan kemenangan 2-1 sekaligus mengirim tamunya Mitra Kukar ke Liga 2 musim depan.
Dengan kemenangan tersebut, Persija nangkring di posisi teratas klasemen dengan koleksi 62 poin. Selisih satu poin dengan PSM Makssar yang menguntit di posisi kedua.
Gelar kampiun Macan Kemayoran di tahun 2018 itu pun menjadi koleksi yang ke-11 yang berhasil digondol.
Sekaligus, menjadi pengulangan keberhasilan yang sama pada 17 silam, dimana pasukan oranye itu kali terakhir mengangkat kampiun.
Salah satu sosok yang dianggap paling berjasa, tidak lain adalah pelatih Stefano Cugurra Teco.
Tangan dingin pelatih asal Brazil itu dinilai mampu menyulap Persija menjadi tim juara dalam dua tahun ini.
“Terima kasih kepada Pak Ferry Paulus yang membawa saya ke sini. Saya di Thailand ditelepon dia untuk kerja di klub sebesar Persija,” ungkap Teco usai laga, Minggu (9/12/2018).
Mantan asisten pelatih Persebaya Surabaya itu juga menyampaikan terimakasih kepada manajer Gede Widiade.
“Terima kasih juga ke Pak Gede Widiade yang tahun lalu mempertahankan saya,” lanjutnya.
Teco mengungkap, di awal musim, dirinya mendapat kritik keras karena penampilan Macan Kemayoran yang loyo.
“Padahal saya pada awalnya mendapat kritik keras, tapi Pak Gede percaya kepada saya,” sambung dia.
Menurutnya, selama dua tahun ini semua elemen dalam tim sangat bekerja dengan baik.
Pemain juga sangat respek, ketika Teco memilih 11 pemain terbaik di lapangan.
“Saat ada teamworek bagus, tentu ada hasilnya. Kami sudah dapat dua piala di awal,” ujarnya.
Teco menambahkan, usai menjuarai Piala Presiden 2018, banyak pihak yang kemudian meremehkan.
Akan tetapi, pandangan itu kemudian berhasil dijawab dengan mengangkat trofi kampiun Liga 1 2018.
“Waktu orang bilang juara Piala Presiden tak konsisten, tapi kami sukses juara,” pungkas Teco.
Diberitakan PojokSatu.id sebelumnya, Kompetisi Go-Jek Liga 1 tahun ini terasa istimewa buat Persija Jakarta.
Usai memastikan diri juara, pemainnya, Rohit Chand dan sang pelatih, Stefano Cugurra Teco didapuk sebagai yang terbaik.
Rohit Chand dinobatkan sebagai Pemain Terbaik usai menyingkirkan dua pesaing terdekatnya, penggawa PSM Makassar, Wiljan Pluim dan bomber Persebaya Surabaya, David da Silva.
Sang pemain sendiri mengaku tidak menyangka masuk dalam nominasi apalagi bisa memenangkannya.
“Saya terima kasih, ini gelar kejutan untuk saya. Ini adalah kerja keras tim, tanpa teman-teman kami tak akan bisa meraih gelar ini,” tutur pemain asal Nepal itu.
Rohit dipilih oleh tim teknik dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang melakukan penilaian dari awal musim.
Pemain 26 tahun itu masuk nominasi karena mampu konsisten tampil apik bersama Persija.
Selain itu, Rohit juga bisa memainkan peran ganda sebagai gelandang kadang juga menjadi bek tengah untuk menjaga pertahanan skuat Macan Kemayoran.
Sementara Cugurra Teco dinilai pantas dilabeli Pelatih Terbaik setelah mengantarkan Macan Kemayoran juara pentas tertinggi kompetisi tanah air ini.
Selain itu, pelatih asal Brasil itu juga sukses mempersembahkan trofi Piala Presiden 2018.
Menurut Teco, kinerja manajemen dan seluruh tim Persija yang apik menjadi biang prestasi musim ini.
Sempat terseok hingga pekan 13, timnya mampu bangkit dan tampil konsisten hingga akhir musim.
SUMBER

