logo
×

Kamis, 22 Oktober 2015

Jokowi Janjikan Sesuatu Kejutan di Pagi Ini, Apa Itu?

Jokowi Janjikan Sesuatu Kejutan di Pagi Ini, Apa Itu?
Presiden RI Joko Widodo
NBCIndonesia.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan kejutan baru bagi publik hari ini. Kejutan itu diklaim dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih cepat dibandingkan negara tetangga di Asia Tenggara lainnya.

"Besok (Kamis 22/10/2015) pagi akan ada paket kebijakan kelima. Terus akan ada paket-paket baik jangka pendek, menengah," kata Presiden Jokowi, dalam acara Rapat Kerja Pemerintah Tahun 2015 dengan para Gubernur dan Bupati/Wali kota seluruh Indonesia di Istana Negara Jakarta, Rabu (21/10/2015).

Menurut Jokowi, Indonesia harus mampu bersaing dengan negara lain misalnya Vietnam dan India yang mengalami pertumbuhan ekonomi sangat cepat. Oleh karena itu, lanjut dia, jika Indonesia tidak mau melakukan reformasi maka bisa ditinggalkan investor.

"IHSG juga mulai reborn, kemudian pembangunan sekarang bukan Jawa sentris tapi kita mau keluarkan Indonesia sentris terutama Indonesia Timur," tegas Kepala Negara.

Pada kesempatan itu, Presiden juga membahas soal rencana pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah di Tanah Air. Ketika banyak yang mengkhawatirkan keadaan ekonomi Indonesia bahkan banyak yang menganggap Indonesia mengalami krisis ekonomi, dia justru yakin perekonomian Indonesia semakin membaik.

"Di kuartal ketika ini, saya tadi pagi ketemu Gubernur BI angkanya (pertumbuhan ekonomi) 4,85. Sudah stop dan merangkak naik," katanya.

Jokowi juga membeberkan posisi perekonomian Indonesia saat ini dibandingkan pada 1998. 

"Pertumbuhan ekonomi 1999 minus 13 persen, sekarang masih 4,7 persen. Kuartal ketiga sudah 4,85 persen, sudah jauh sekali dan inflasi saat itu 82 persen," katanya.

Selain itu, nilai tukar rupiah pada 1998 mencapai Rp16.600 tetapi saat ini berkisar Rp13600-Rp13.700. Kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) di bank kata Presiden saat ini masih berkisar 2,6-2,8 persen tetapi ketika 1998 mencapai 30-32 persen.

"Kredit macet masih sangat normal, naik sedikit tapi ratio-ratio seperti ini yang harus kita tahu dan ikuti bersama-sama. Jangan-jangan pidato sosial media ditanggapi dan bapak ibu pidato sebut ini krisis. Krisis bagaimana? Masa 4,67 persen itu krisis. Sekarang ini harus optimis, harus yakin," tandas dia.

Sumber : Antara
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: