![]() |
| Rizal Ramli. |
Menurut dia, ada pejabat pemerintah yang melindungi Freeport. Sehingga, perusahaan emas ini tak mematuhi aturan yang berlaku di Indonesia.
"Freeport selalu cari alasan untuk tidak divestasi. Macam-macam alasannya. Kenapa berani begitu? Mohon maaf, pejabat kita gampang disogok. Sebenarnya saya tidak perlu minta maaf juga," tegasnya dalam acara Rembug Nasional: Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-JK: Kedaulatan Pangan, Pembangunan Energi dan Keunggulan Maritim di Jakarta, Selasa (20/10).
Rizal memuji sikap tegas Presiden Jokowi dalam perpanjangan kontrak karya yang habis pada 2021. Sikap tegas tersebut ditunjukkan dengan adanya syarat-syarat sebelum perpanjangan kontrak.
"Kalau Freeport lakukan (divestasi), kita mau negosiasi. Kalau enggak mending kembalikan itu kontrak. Resminya kan begitu," ungkapnya.
Mantan Menteri Keuangan ini menambahkan posisi pemerintah harus tegas sehingga perpanjangan kontrak Freeport lebih menguntungkan Indonesia.
"Tapi ada menteri keblinger yang maunya (negosiasi) sekarang. Pasti Freeport tandatangan kalau dipepet. Karena mereka bisa rugi. Tapi mental kita masih mental inlander (takut pada asing). Kita sudah 70 tahun merdeka masih inlander, sama orang asing saja takut," pungkasnya.
Reporter : Fikri Faqih
Sumber : Merdeka


