logo
×

Sabtu, 17 Oktober 2015

Vice President Freeport: NKRI Tidak Ada di Papua

Vice President Freeport: NKRI Tidak Ada di Papua
Lokasi tambang emas Freeport Indonesia.
NBCIndonesia.com - Kabinet kerja pemerintah Joko Widodo diminta untuk menancapkan kukunya di tanah Papua untuk menyelesaikan nasib dan suara masyarakat Papua yang berada di lokasi PT. Freeport.

"Kami melihat NKRI tidak ada di Papua. Mereka tidak hadir untuk kami, baik masyarakat Papua dan yang bekerja untuk Freeport. Kami ingin
melihat kedaulatan di tanah Papua," kata Vice President Freeport Indonesia, Napoleon Sawai, Sabtu (17/10/2015).

Napoleon selaku orang Papua yang bekerja di perusahaan milik Amerika itu menghendaki Presiden Jokowi agar membangun Papua. Kata dia, tentukan mau tetap perpanjang kontrak atau mau diputuskan karena ini menyangkut nasib masyarakat Papua.

Lebih lanjut, Napoleon mengaku ada kebanggaan tersendiri bagi warga Papua bisa bekerja di Freeport. Pasalnya, kawasan kantor Freeport dianggap sebagai laboratorium besar yang sangat modern untuk mendidik warga Papua.

"Kita bekerja di PT Freeport Papua adalah suatu kebanggaan. Di situ ada pembelajaran safety (keselamatan), security (keamanan) dan tidak ada yang bisa bolos," ungkapnya.

Lebih jauh, Napoleon mengungkapkan saat ini hampir 27 persen orang Papua bekerja sebagai karyawan Freeport, atau berjumlah sekitar 30 ribu jiwa.

"Ada yang di operation, kemasyarakatan. Dan sebanyak 54 orang berada di level manajerial dan tujuh orang dari Papua adalah Vice President," jelasnya.

Reporter: Imam Bashori
Rimanews
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: