logo
×

Minggu, 20 Desember 2015

Giliran DPR Awasi "Perselingkuhan" Pemerintah dengan Freeport

Giliran DPR Awasi "Perselingkuhan" Pemerintah dengan Freeport
Chairman Freeport-McMoran James R. Moffet (kanan) didampingi Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin (kiri), memberi keterangan pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Minggu (25/1) - (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)
NBCIndonesia.com - Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago meminta DPR mengawasi kemungkinan main mata pemerintah terkait perpanjangan Kontrak Karya PT Freeport. Hal tersebut disampaikan menanggapi kabar pertemuan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dengan Chairman of Board Freeport-McMoran James R Moffet alias Jim Bob.

"Ini tidak hanya soal patut atau tidak ( etika) namun ini melanggar konstitusi. DPR harus fokus mengawasi eksekutif yang berselingkuh dengan petinggi freeport‎," kata Pangi di Jakarta, Minggu (20/12).

Jumat (18/12) lalu publik dikejutkan dengan kabar adanya pertemuan Jim Bob dengan keluarga JK. Menurut Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiane, pertemuan itu terjadi sebelum mantan Ketua DPR Setya Novanto bertemu dengan Direktur Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, pada 8 Juni 2015. Jim Bob menemui keluarga JK, Aksa Mahmud dan Erwin Aksa di Gedung Menara Karya, lantai 10, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.

Pangi berpendapat, tidak adil ketika Setya Novanto melanggar etika opini publik begitu sadis menghukumnya. Namun pada saat yang sama publik diam ketika Keluarga Wapres bertemu bos Freeport.

‎"Melalui kekuatan rakyat kita satukan opini publik lewat tekanan ( presure) masyarakat agar eksekutif tidak memperpanjang kontrak freeport kalau itu merugikan kepentingan nasional (national interest)," ujar Pangi.(rmn)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: