| Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) didampingi Menteri ESDM Sudirman Said menghadiri Puncak Peringatan Hari Nusantara ke-15 di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Ahad (13/12). |
"Masyarakat Indonesia saat ini menunggu langkah mereka mengikuti jejak Setya Novanto dan James Moffet atau Jim Bob yang mundur dari jabatannya terkait isu perpanjangan kontrak Freeport di Indonesia," sebut pengamat politik Universitas Indonesia, Muhammad Budyatna, di Jakarta, Rabu (30/12/2015).
Menurutnya, langkah Setya Novanto mundur dari kursi Ketua DPR setelah Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR mengusut dugaan pelanggaran etik dewan patut diacungi jempol. Begitupun dengan James Moffet yang belakangan mengikuti jejak Setya Novanto dengan mengundurkan diri dari jabatan CEO Freeport McMoran.
Alasan mengapa Wapres JK harus mengikuti langkah keduanya lanjut Budyatna, lantaran belum lama ini terkuak fakta bahwa ipar JK telah menemui Jim Bob beberapa waktu lalu. Terlebih, pertemuan itu dilakukan saat sedang ramai dibicarakan soal perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.
"Apa urusan bisnisnya di Indonesia (Jim Bob) dengan ipar JK? Kenapa pertemuan mereka bertepatan dengan isu perpanjangan kontrak Freeport. Saya yakin, Jim Bob tidak akan mau menemui pengusaha Indonesia seperti Aksa Mahmud, kalau bukan dia iparnya JK," paparnya.
Sementara Sudirman Said juga disarankan mundur dari kabinet lantaran dia disebut-sebut telah menjanjikan perpanjangan kontrak dengan membuat surat resmi kepada pihak Freeport sebagaimana yang pernah ramai diberitakan.
"Maroef juga demikian, kalau bos besarnya saja sudah mundur, masak dia tidak mundur?," tegasnya.(ok)

