logo
×

Sabtu, 09 Januari 2016

Jokowi Segera Kirim Utusan Khusus Damaikan Saudi-Iran

Jokowi Segera Kirim Utusan Khusus Damaikan Saudi-Iran
Jokowi
NBCIndonesia.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan akan segera mengirimkan utusan khusus merespon konflik Saudi Arabia dan Iran. Hal itu menjadi bukti keseriusan Indonesia untuk meredam ketegangan antara Arab Saudi-Iran yang kian memanas.

"Saya minggu depan akan kirim utusan khusus untuk ke Iran dan Saudi. Nanti saya sampaikan setelah akan berangkat tapi secepatnya, mungkin berangkat hari Senin, Selasa atau bisa lebih cepat," kata Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, Jumat (08/1/2016), setelah acara makan bersama wartawan.

Presiden menilai, ketegangan antara Arab Saudi dan Iran tersebut sangat penting untuk segera diredakan. Untuk itu, pengiriman utusan khusus merupakan upaya yang mendesak dan sangat penting.

Pengiriman utusan khusus tersebut, menurut Presiden, juga untuk memberikan pesan bahwa Indonesia serius untuk mencari solusi mengatasi ketegangan yang terjadi antara Arab Saudi dan Iran tersebut.

Presiden mengatakan, ke depan, Indonesia akan menawarkan diri menjadi mediator dalam ketegangan dua negara tersebut.

"Kalau menelepon itu berbeda maksudnya tapi kalau mengirim utusan khusus itu bahwa kita memang ingin serius betul kalau telepon yah saya bisa saja," katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, hubungan diplomatik Saudi Arabia dan Iran memburuk setelah Saudi mengeksekusi 47 orang yang sebagian besar didakwa terorisme, termasuk ulama syiah Nimr al-Nimr.

Pemerintah Saudi menganggap Nimr melakukan aksi terorisme hingga memicu terjadinya protes anti-pemerintah pada 2011 dan 2012.

Eksekusi terhadap Nimr itu mengundang kecaman dari warga Iran yang mayoritas penganut syiah. Berbagai aksi digelar di negara tersebut, bahkan Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran pun menjadi lokasi unjuk rasa terhebat sampai dilempari bom molotov.

Akibat serangan ke kedutaan itu, pemerintah kerajaan Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Langkah Arab Saudi diikuti oleh negara teluk lainnya Bahrain dan Sudan. Sementara Qatar dan Kuwait menarik duta besarnya dari Teheran. (rn)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: