![]() |
| Bandar Udara Wamena |
"Kondisi alam adalah tantangan yang harus dijawab dengan mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan dan bandara, serta mempercepat penyediaan moda transportasi khususnya moda transportasi udara," kata Jokowi.
Menurut Jokowi, kondisi geografis dan bentang alam penggunungan bukanlah penghalang untuk melakukan pembangunan di Wamena dan Kaimana.
Kata Jokowi, terminal di Wamena ini jauh lebih bagus dari terminal yang ada di Jawa. Konektivitas antarkabupaten, provinsi, pulau membutuhkan infrastruktur membutuhkan bandara dan pelabuhan. "Oleh karena itu lima tahun ke depan, kita fokus pada infrastruktur sehingga mobilitas manusia dan arus barang bisa lancar," kata Jokowi.
Anggapan bahwa pembangunan infrastruktur di Papua bukan hal mudah, menurut Presiden, tidak boleh dijadikan alasan.
"Sebab jika itu terus alasannya, maka tidak akan pernah terbangun infrastruktur Papua. Saya percaya setiap permasalahan pasti ada solusinya, termasuk dalam hal pembangunan Papua," katanya.
Jokowi menyatakan Bandara Wamena dan Bandara Kaimana memiliki posisi strategis. "Bandara Wamena dan Kaimana adalah pintu gerbang yang menghubungkan warga pegunungan tengah Papua dengan daerah-daerah lain di seluruh Indonesia," ungkap dia.
Bandara Wamena memiliki terminal mampu melayani 282 penumpang. Dengan landas pacu sepanjang 2.175 meter, Bandara Wamena akan menjadi bandara tersibuk kedua di Provinsi Papua.
Menurut Jokowi, rakyat Papua sudah lama menunggu hadirnya Negara dalam wajah pelayanan publik yang lebih baik.
Pada kesempatan ini, Presiden Jokowi bukan hanya meminta peningkatan dalam hal pelayanan di bandara. Maskapai penerbangan juga harus memperhatikan kondisi pesawatnya. "Tidak boleh ada kompromi atas keselamatan penumpang dan keamanan penerbangan, terlebih akan terbang di tengah area pegunungan," pungkas Jokowi.(rn)


