logo
×

Sabtu, 06 Februari 2016

Ahok Ngamuk Sebut Lulung Mainkan Fitnah Bodoh

Ahok Ngamuk Sebut Lulung Mainkan Fitnah Bodoh

NBCIndonesia.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membantah keras tudingan adanya barter program untuk memuluskan kegiatan korupsi Uninterruptible Power Supply (UPS) seperti yang dikatakan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Haji Lulung).

Dikatakan Ahok, aksi cawe-cawe anggaran untuk program fiktif di Dinas Pendidikan DKI Jakarta sejatinya sudah ada dari tahun-tahun sebelumnya atau sebelum adanya kasus korupsi UPS. Terlebih, tidak ada sama sekali program pengadaan UPS pada Kebijakan Umum Anggaran dan Program Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2014.

"Jadi enggak ada, kalau dia ngomong barter ya enggak bisa, kan patokannya KUA-PPAS. Sekarang kita ngomong deh, kalau dia fitnah barter, itu fitnah yang gobl*knya minta ampun," ujar Ahok setengah berteriak saat dikonfirmasi di RPTRA Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/2/2016).

Sebab, Ahok menjelaskan, pada kenyataannya di APBD Perubahan tahun 2014 lalu tercantum dengan detail program pembelian Rumah Sakit Sumber Waras dengan tujuan untuk memperbanyak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Dimana untuk lahan RS. Sumber Waras nantinya akan dijadikan rumah sakit khusus kanker dan jantung.

"Kalau barter, di KUA-PPAS ada Sumber Waras dia bodoh gak masukin UPS. Kalau kamu pinter nih, mau barter nih, kan di KUA-PPAS ada Sumber Waras, kenapa di KUA-PPAS yang sama gak ada UPS? Itu aja, kalau ada barter ngomong dong di persidangan," terang Ahok.

Haji Lulung sebelumnya mengungkap adanya fakta baru pada kasus korupsi yang telah mengakibatkan kerugian daerah hingga Rp81 miliar itu. Dimana dia meyakinkan ada keterkaitan secara tidak langsung antara kasus korupsi UPS dengan kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang dimainkan cantik oleh oknum pejabat tertinggi di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dia menjelaskan, ada oknum yang dengan sengaja memainkan rancangan APBD Perubahan pada 4 Agustus 2014 lalu. Kata dia, oknum tersebut dengan sengaja menghapus beberapa kluausul anggaran untuk pembelian RS. Sumber Waras, Kartu Jakarta Pintar (KJP), dan Kartu Jakarta Sehat (KJS), termasuk rencana untuk pembelian ratusan UPS untuk beberapa sekolah di Jakarta.

Saat itu permainan berlangsung dimana agar bagaimana caranya pembelian lahan RS. Sumber Waras bisa masuk dengan catatan harus dimasukan pula pengadaan UPS.

"Jadi itu barter program. Kalau mereka berbohong hanya satu yang saya katakan, hanya tuhan yang tahu dengan Ahok, dan Ferrial Sofyan," terang politisi PPP itu. (rn)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: