
NBCIndonesia.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah meluncurkan dan membiayai 3 trayek Tol Laut atau angkutan kapal barang berjadwal. Sebelumnya, Trayek Tol Laut pertama kali diluncurkan pada 4 November 2015.
Setelah beberapa bulan diluncurkan, Kemenhub berencana menambah lagi trayek tol 'Tol Laut' di 2016. Rencananya, 3 trayek baru angkutan kapal berjadwal yang digagas oleh Presiden Joko Widodo itu bakal diluncurkan pada akhir Februari 2016.
"Tahun ini, pada akhir Februari akan ditambah 3 trayek jadi 6 trayek Tol Laut," kata Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut, Ditjen Perhubungan Laut, Kemenhub, Hari Setyobudi di lokasi acara Keel Laying Pembangunan 5 Unit Kapal Ternak di area Galangan Kapal Milik PT Bahtera Bahari Shipyard, Batam, Senin (15/02/2016).
Trayek tersebut nantinya akan dioperasikan oleh PT Pelni (Persero). Kemenhub berperan menyediakan sokongan subsidi (Public Service Obligation/PSO) untuk operasional kapal Tol Laut, sedangkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mengkoordinasikan muatan kebutuhan strategis yang dibawa.
"Untuk muatan, itu urusan Pelni dan Kemendag," tambahnya.
Trayek Tol Laut baru yang bakal diluncurkan ialah:
Tanjung Perak (Surabaya)-Saumlaki-Dobo-Merauke-Dono-Saumlaki-Tanjung Perak.
Tanjung Perak-Reo-Maumere-Lewoleba-Rote-Sabu-Waingapu-Sabu-Rote-Lowoleba-Reo-Tanjung Perak.
Tanjung Priok-Tobelo-Gebe-Buli-Ternate-Galela-Tanjung Priok.
Dengan adanya trayek Tol Laut ini, Kemenhub optimis disparitas harga di Indonesia timur dan barat bisa diminimalkan.
"Salah satunya jaga disparatitas harga antar provinsi," tambahnya. (rn)

