logo
×

Kamis, 18 Februari 2016

Universitas Texas Izinkan Mahasiswa Bawa Senjata ke Kelas

Universitas Texas Izinkan Mahasiswa Bawa Senjata ke Kelas

NBCIndonesia.com - Universitas Texas di Austin dengan berat hati mengizinkan mahasiswa membawa senjata api ke ruang kelas, beberapa bulan setelah anggota parlemen negara bagian itu memberlakukan peraturan yang memperbolehkan senjata api di universitas negeri.

"Saya tidak yakin bahwa universitas merupakan tempat untuk senjata api, jadi keputusan ini merupakan tantangan terbesar manajemen saya hingga hari ini," presiden universitas Gregory Fenves mengatakan dalam sebuah pernyataan, Rabu (17/02/2016).

"Saya memahami perasaan para anggota fakultas, segenap staf, mahasiswa dan orang tua mahasiswa yang menandatangani sejumlah petisi, mengirimkan surat fisik dan elektronik, dan mengatur bagaimana cara melarang senjata api dari lingkungan kampus terutama dalam ruang kelas," tambahnya.

Beberapa anggota fakultas telah memberikan ancaman bahwa mereka akan memilih keluar daripada mengizinkan para mahasiswa untuk membawa senjata api di dalam kelas, mengatakan keberadaan senjata tersebut terlalu berbahaya dalam lingkungan yang mengajarkan untuk melakukan diskusi.

Isu tersebut sangatlah sensitif dikarenakan Universitas Texas di Austin merupakan tempat dimana terjadi salah satu penembakan massal pertama negara itu yang dilakukan dalam institusi perguruan tinggi.

Mantan anggota Marinir yang bermasalah, Charles Whitman menewaskan 14 orang dan melukai sekitar 30 orang launnya setelah mulai melakukan penembakan dari tempat pemantauan yang ada di menara jam universitas itu pada 1966 silam.

Para aktivis hak kepemilikan senjata api telah menanggapi serangkaian penembakan kampus yang terjadi belakangan ini dengan berpendapat bahwa para mahasiswa tidak dapat percaya kepada aparat kepolisian untuk melindungi mereka, para mahasiswa sebaiknya mampu mempersenjatai diri mereka sendiri untuk menghadapi aksi kekerasan yang dapat terjadi kapan saja.

Para anggota parlemen yang menjabat di negara bagian konservatif dengan sejarah dan etos cowboy yang panjang itu sepakat dan memberlakukan sebuah peraturan pada Agustus untuk memperbolehkan adanya senjata api di lingkungan perguruan tinggi publik.

Fenves menyampaikan bahwa para pemimpin sejumlah institusi swasta yang besar di Texas, termasuk universitas Baylor, Universitas Metodis Selatan dan Universitas Rice telah berjuang untuk terus melarang penggunaan senjata api di lingkungan kampus mereka.

"Keberadaan senjata api di sebuah institusi pendidikan tinggi sangat berbanding terbalik dengan misi pendidikan dan penelitian kami, yang berdasarkan pada penelitian, kebebasan berpendapat, dan diskusi," dia mengatakan.

"Meskipun demikian, sebagai pemimpin, saya memiliki kewajiban untuk mematuhi undang-undang," tambahnya.

Senjata api masih dapat dilarang dalam sejumlah kegiatan olahraga, kantin dan fasilitas medis, beberapa laboratorium dan asrama mahasiswa.

Universitas Texas di Aistin merupakan salah satu institusi publik terbesar di Amerika Serikat dengan lebih dari 51.000 orang mahasiswa terdaftar dan reputasi akademik yang tinggi. Yang terkemuka dari sistem Universitas Texas yang memberikan pendidikan kepada lebih dari 214.000 orang mahasiswa.(rn)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: