logo
×

Rabu, 16 Maret 2016

Ahok Cuci Otak Rakyat Cap Parpol Jahat

Ahok Cuci Otak Rakyat Cap Parpol Jahat

NBCIndonesia.com - Sikap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang membeberkan tentang mahalnya mahar politik menuai cibiran sebagai upaya mencuci otak untuk mendegradasi partai politik agar tampak jahat di mata rakyat.

"Siapapun yang maju perseorangan ya nice-lah, maju ya maju saja enggak apa-apa kok. Tapi satu jangan mendegradasi parpol, apalagi mencuci otak masyarakat seolah-olah partai ini jahat," kata Mohamad Sanusi, eks anggota tim pemenangan Jokowi-Ahok dari Partai Gerindra pada Pemilukada DKI 2012 silam, Rabu (16/3/2016).

Menurut Sanusi, ketika survei Jokowi-Ahok di bawah rata-rata jelang Pilgub 2012 silam, keduanya sama sekali tidak dimintai mahar sedikitpun atau pun berinisiatif memberi sumbangan kepada partai pengusung PDIP dan Gerindra.

"Saya jujur aja rada kecewa pak Gubernur (Ahok) mengatakan masuk Parpol pakai mahar Rp100 miliar. Saya saksi hidup boleh tanya sama Pak Ahok, waktu dia mau jadi wagub masuk Gerindra saya bendahara tidak pernah minta mahar, malah kita yg biayai mereka," tutur Ketua Komisi Pembangunan DPRD DKI itu.

Sanusi menegaskan sikap Ahok sama halnya dengan menyamaratakan kejahatan yang dilakukan oknum politikus dengan partai tempatnya bernaung.

"Yang suka korupsikan oknumnya, bukan parpolnya. Pak Ahok kan juga dulu dari Parpol, jangan menampikkan keberadaan undang-undang dan parpol," tandas politikus yang juga berencana maju di Pilgub DKI 2017 mendatang itu.

Sebelumnya, Ahok membeberkan tentang betapa mahalnya untuk seorang calon Gubernur maju Pilkada dengan usungan partai. Paling tidak untuk di Jakarta, kata dia, seorang  Cagub harus mengantongi dana hingga Rp100 miliar lebih guna menggerakan mesin partai pengusung.

"Harta saya dikumpulin, jual semua ua kayaknya pas-pasan kalau segitu. Enggak deh, saya enggak mau partai ya begitu," ungkap Ahok beberapa waktu lalu.(rn)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: