
NBCIndonesia.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyarankan seharusnya Komisi III DPR RI memanggil terlebih dahulu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal dugaan korupsi Sumber Waras sebelum memanggil dirinya.
Sebab, pada perkara ini hasil audit berasal dari BPK lalu ditindaklanjuti oleh KPK. Bila dalam perjalanannya KPK dinilai lamban, kata Ahok, artinya tidak ada urusan dengan dirinya.
"Pernah di DPR RI loh saya. Seharusnya dia manggil KPK dong, manggil BPK. Bilang eh kalian berdua yang bener saja nih, kok kami ketemu dua bukti untuk pidana kenapa kalian bilang belum ketemu. Kalian ini bodoh atau sudah dibeli Ahok, kata Ratna Sarumpaet gitu kan," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (16/3/2016).
Pernyataan Ahok tersebut dilontarkan sekaligus untuk menanggapi kabar Komisi III DPR telah menemukan dua alat bukti keterlibatan dirinya pada kasus yang telah merugikan daerah hingga Rp191 miliar.
Dia mengatakan, akan percuma juga bila Komisi III memaksa dirinya untuk membeberkan bagaimana proses dan kronologi pembelian lahan RS. Sumber Waras yang juga telah dimasukan ke dalam hasil audit investigasi BPK.
Sebab, ada aturan yang menyebutkan dirinya tidak bisa membeberkan bagaimana proses pembelian lahan tersebut, termasuk materi pemeriksaan dirinya di BPK beberapa bulan lalu.
"Kan itu gak boleh dibuka, kalau yang terhormat, yang berkuasa Komisi II minta buka, ayo buka, enggak usah ditutup. Ayo tunjukin, kalau ketemu, pecat semua KPK, pecat semua BPK, itu baru bener," terang dia. (rn)

