
NBCIndonesia.com - Pak Bupati jangan mencampuri urusan keluarga saya, saya sudah bahagia bersama suami dan anak-anak kami."
Kata-kata terlontar dari mulut Irma, seorang pemulung yang memiliki enam anak. Irma menolak program Keluarga Berencana (KB) yang dicanangkan Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Kondisi Irma saat ini sedang dalam keadaan hamil dua bulan. Meski anak-anaknya yang lain masih kecil, Irma mengaku menolak masuk KB lantaran mempunyai pemahaman jika banyak anak banyak rezeki.
"Saya cukup dari mulung juga, saya tidak mau bergantung pada orang lain," tambah Irma.
Irma dan suami Agus merupakan keluarga dari kalangan ekonomi lemah, Agus sang kepala keluarga hanya sebagai pekerja serabutan. Sedangkan Irma sebagai pemulung di Kilometer 82 Tol Cipularang.
Irma juga pernah menolak mendapatkan bantuan dari pemerintah desa setempat. Jika menerima pun dia bagikan kembali kepada tetangganya.
"Jangankan dibantu diberi beras atau rumahnya diperbaiki, anaknya sakit juga dia mah enggak mau diobati. Sampai bidan desa nangis," kata Kepala Desa Jatijajar Asep Sumpena.
Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi dibuat pusing dengan ulah pasangan suami istri, Agus dan irma, warga Jatijajar, Kecamatan Sukatani, Purwakarta.
Dedi yang biasa berdiplomasi tiba-tiba dibuat kikuk. Apalagi setelah upayanya membujuk Irma, untuk masuk Keluarga Berencana (KB) ditolak mentah-mentah.
"Pak Bupati jangan mencampuri urusan keluarga saya, saya sudah bahagia bersama suami dan anak-anak kami," kata Irma, ibu enam anak itu saat dipanggil Dedi ke rumah dinasnya, Selasa (1/3).
Dedi yang terus berusaha agar ibu enam anak itu masuk KB, sempat menawarkan jika bersedia dia akan memberikan uang senilai Rp 25 juta, serta dibangunkan rumah.
"Pak Agus dan bu Irma ini anaknya banyak, rumahnya juga tidak layak. Tapi saya aneh pasangan ini enggak mau dibantu," kata Dedi.(mdk)

