logo
×

Rabu, 16 Maret 2016

“Gagal Perdaya Megawati, Dukun Kepercayaan Jokowi Kena Damprat”

“Gagal Perdaya Megawati, Dukun Kepercayaan Jokowi Kena Damprat”

NBCIndonesia.com - Informasi supranatural kembali dibeberkan praktisi metafisika Ki Gendeng Pamungkas. Berdasarkan kacamata supranatural, Ki Gendeng mengungkapkan bahwa dukun (penasehat spiritual) Presiden Joko Widodo dimarahi pihak Jokowi setelah gagal “memperdaya” Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri agar menolak Komjen Budi Gunawan (GB) menjadi Kapolri.

“Dalam pertemuan di Loji itu, dukun Jokowi sudah melakukan ritual agar Megawati mengikuti Jokowi menolak BG jadi Kapolri. Tetapi Megawati masih bersikeras. Ini berarti dukun Jokowi gagal jalankan tugas. Atas kegagalan itu, dukun Jokowi dimarahi,” ungkap Ki Gendeng Pamungkas kepada intelijen (16/03).

Menurut Ki Gendeng, kegagalan itu akibat kesaktian dukun Megawati lebih unggul dari dukun Jokowi . “Dukun Megawati itu ada yang dari Bali. Biasanya Megawati memakai dukun dari Bali. Dari Solo juga ada,” papar Ki Gendeng.

Kata Ki Gendeng, Jokowi sebetulnya sudah merasa di atas angin, karena pertemuan yang dihadiri Megawati dan elit Koalisi Indonesia Hebat (KIH) digelar di Loji (Solo), yang sudah dianggap sebagai rumah Jokowi sendiri.

“Jokowi merasa percaya diri, pertemuan itu di Loji karena dukunnya sudah melakukan ritual tetapi dalam kenyataannya gagal juga menakhlukkan Megawati,” pungkas Ki Gendeng.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengakui Wakapolri Komjen (Pol) Budi Gunawan memiliki peluang menggantikan Badrodin Haiti.

Bambang memprediksi bulan Mei-Juni 2016 akan ada nama calon Kapolri yang akan masuk ke DPR untuk dilakukan fit and proper test oleh Komisi III DPR.

“Menyangkut nama-nama setiap orang atau jenderal bintang tiga, punya peluang yang sama. Apalagi BG (Budi Gunawan). BG wakapolri. Dulu BH (Badrodin Haiti) naik kapolri sebelumnya juga dari Wakapolri, jadi peluangnya besar,” kata Bambang seperti dikutip tribunnews (16/03).(it)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: