
NBCIndonesia.com - Meninggalnya adik Pramoedya Ananta Toer, Koesalah Subagyo Toer, membawa duka mendalam bagi keluarga, para sastrawan, dan sahabat almarhum. Kenangan dan duka dirasakan pula oleh mantan wartawan Bintang Timur Lentera, Toto Muryanto, 77 tahun.
Toto mengatakan Koesalah sangat dekat dengan kakaknya, Pramoedya. Bahkan Koesalah mempunyai minat yang sama dalam dunia sastra. "Saya lebih dekat dengan Pramoedya. Yang saya kenal Koesalah, seorang yang sastrawan besar di Indonesia, seperti Pram," kata Toto di rumah duka di Jalan Turi III RT 5 RW 10 Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Rabu, 16 Maret 2016.
Koesalah dikenal sebagai salah satu sastrawan yang aktif menulis dan menerjemahkan tulisan. Koesalah adalah saudara kandung terdekat Pramoedya. Menurut Toto, sosok Koesalah sangat berbeda dengan Pramoedya. Koesalah dikenal sebagai sosok yang introver, sedangkan Pramoedya sosok yang ekstrover. "Bisa dibilang kalau Pramodya kayak Ahok, yang ceplas-ceplos dan meledak-ledak. Sedangkan Koesalah seperti Jokowi, yang pendiam."
Selama hidupnya, Koesalah banyak menelurkan buku. Salah satunya buku Kronik Sejarah dan Kisah Pramoedya. Masa hidupnya memang dihabiskan untuk menulis dan menerjemahkan karya penulis dari luar negeri. Terutama karya sastra dari Rusia. Kemampuan berbahasa Rusia diperoleh ketika ia mendapatkan pendidikan di Moskow. Saat itu Koesalah diutus Presiden Sukarno belajar di Fakultas Sejarah dan Filologi Universitas Persahabatan Bangsa-Bangsa di Moskow pada 1960-1965. "Orangnya memang pendiam, tapi sangat cerdas," ujarnya.
Koesalah Subagyo Toer tutup usia di umur 81 tahun di Rumah Sakit Graha Permata Ibu Depok, Rabu, 16 Maret 2016, pukul 08.30. Koesalah lahir di Blora, 27 Januari 1935. Koesalah meninggalkan seorang istri dan ketiga anaknya, yakni Ruski Rusiadi, anak tunggal dari istri pertama almarhumah Eti Kurniasih, serta Uliek Mandiri dan Uku Permati, dari istri Utati.(tp)

