logo
×

Selasa, 15 Maret 2016

Mabes Polri Bantah Tembak Siyono

Mabes Polri Bantah Tembak Siyono

NBCIndonesia.com - Kepala Divisi Humas Mabea Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan menegaskan tidak ada satu tembakan pun yang dilepaskan anggota Detasemen Khusus 88 kepada Siyono, 39 tahun, terduga teroris yang tewas Jumat lalu.

“Tidak ada satu tembakan pun dalam perkelahian tersebut,” katanya kepada wartawan saat memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Senin, 14 Maret 2016.

Anton menjelaskan, pada Kamis, 10 Maret 2016 lalu, Siyono hanya didampingi seorang anggota Densus 88 dan seorang supir. Mereka hendak menuju tempat terduga teroris lain yang disebutnya masih satu kelompok dengannya.

“Dalam perjalanan, mata yang bersangkutan (Siyono) ditutup. Tangannya juga diborgol,” katanya menjelaskan.

Namun, ketika sudah mendekati lokasi yang dimaksud, tersangka membujuk untuk dilepaskan penutup kepala dan borgolnya. Setelah penutup kepala dan borgolnya dibuka, Siyono langsung menyerang dengan memukul anggota densus yang mengawalnya tersebut

Anton menuturkan, dalam perkelahian tersebut terjadi saling pukul dan saling dorong. Hingga pada akhirnya Siyono lemas dan pingsan ketika anghota densus membenturkan kepala Siyono ke sisi mobil dalam perkelahian itu. “Perkelahian terjadi satu lawan satu dan mobil tetap dalam keadaan melaju,” katanya.

Seorang terduga teroris asal klaten yang ditangkap oleh Densus 88 tewas saat dalam perjalanan menuju rumah sakit Bhayangkara Yogyakarta. Pria bernama Siyono itu diduga meninggal karena kelelahan dan lemas usai berkelahi dengana anggota densus yang mengawalnya.

Jenazah Siyono sempat dibawa dan diperiksa di Rumah Sakit Polri Kramat Jati sebelum kemudian di makamkan oleh keluarganya Minggu, 13 Maret 2016 lalu.(it)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: