
NBCIndonesia.com - Penjualan mainan mini figure bertemakan penjahat di Indonesia di situs jual beli online makin marak. Mini figur berupa tokoh kriminal yang dijual itu diantaranya terpidana kasus kanibal Sumanto, kasus sodomi (pedofil) Robot Gedek hingga pembunuh berdarah dingin asal Jombang, Ryan.
Mini figure ini dijual dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp200 ribu hingga Rp300 ribu. Tentunya mini figure ini menarik perhatian karena tokoh yang dipajang merupakan penjahat dunia nyata.
Memang, dalam mini figure terdapat peringatan 17+. Artinya mainan ini memang tidak layak dikonsumsi oleh anak-anak.
Di sebelah mini figure tersebut ada foto karakter dan dijelaskan kejahatan apa yang dilakukannya.
Namun demikian, tidak sedikit netizen yang mengecam produk tersebut. Uli Pandjaitan dalam akun Facebook menyayangkan penjualan mini figure walaupun produk itu buatan anak bangsa.
"Good guys never win toys company. Ini milik orang Indonesia (of course ini ekonomi kreatif), but that's not the issue. Yang punya namanya Cipta, pernah di interviewed di Kompas TV, just google lah yah. Jadi si Cipta Ini bikin boneka figur antagonis kayak setan lokal dll. Yg saya ngga suka dia juga bikin Indonesian Psycho yg salah satunya ada Robot Gedek (inget dong siapa dia) lengkap dengan keterangan detail kejahatannya yaitu memperkosa banyak anak-anak laki beberapa tahun yang lalu. Woi, emang sih Ini manusia ngga Ada hatinya meskipun Ada tertulis itu mainan buat umur 17+, tapi yang saya tanyakan kemana sensor pemerintah untuk hal-hal seperti ini?" tulis Uli, Rabu (16/03/2016).
Sementara itu, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda mengatakan, pihaknya akan membentuk tim untuk menyelidiki peredaran mainan anak-anak sejenis mini figure yaitu Robot Gedek dan Ryan, terpidana kasus pedofil dan pembunuhan.
KPAI akan bekerjasama dengan polisi untuk menelusuri siapa pembuat mainan tersebut dan apa motifnya. KPAI akan mendatangi toko penjual mainan itu dan berharap bisa mengetahui pembuat atau produsennya.
"KPAI akan menelusuri siapa penjualnya, kita adakan komunikasi. Ini akan berdampak buruk anak pada anak jika mau dijual lebih baik figur pahlawan atau seorang figur yang positif bukan figur yang negatif. Ini belum pernah. Sangat shock, terkejut, kita tidak berharap ini terjadi di mana anak-indonesia terinspirasi dengan Robot Gedek, Ryan Jombang. Kita belum bisa memastikan motif dan tujuan mereka. Sekarang (kalau) disimpulkan terlalu prematur," tutur Erlinda.
Lebih lanjut, Erlinda meminta semua orang tua mewaspadai hal ini, karena dikhawatirkan figur yang dijadikan mainan tersebut justru menjadi idola oleh anak atau tindak kejahatan yang mereka lakukan dianggap sebagai hal yang biasa dan dapat diterima. Menurutnya jangan sampai anak-anak terinspirasi dari hal-hal yang tidak baik karena tumbuh kembang anak dipengaruhi berbagai macam faktor.(rn)

