logo
×

Minggu, 06 Maret 2016

Menakar Keampuhan Rayuan Ahok Pada Mega Demi Duet Bareng Djarot

Menakar Keampuhan Rayuan Ahok Pada Mega Demi Duet Bareng Djarot

NBCIndonesia.com - Jalan menuju persaingan Pilgub DKI Jakarta 2017 begitu berliku bagi calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Mantan Politisi Gerindra yang akrab dipanggil Ahok tersebut tak kunjung mendapatkan kendaraan politik yang secara pasti akan mengusungnya.

Belakangan ini Ahok mengumbar kedekatannya dengan partai pemenang Pemilu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ahok pede bakal mendapat restu dari partai nasionalis itu untuk menggandeng Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat sebagai calon wakilnya yang nanti akan bersama-sama bertarung di Pilgub DKI.

"Bu Mega kan percaya sekali dengan pak Djarot. Pokoknya Pak Djarot itu orang ketiga di PDIP. Bu Ketum, Sekjen, dan Ketua OKK. Pak Djarot ini orang kepercayaan Bu Mega," kata Ahok di Rusun Pesakih, Jakarta Barat, Sabtu (5/3).

Ahok mengaku sudah meminta langsung ke Megawati Soekarnoputri dan petinggi PDIP agar diizinkan berduet dengan Djarot. Namun dia merahasiakan respons Megawati. Kenapa?

"Sudah ngomong. Kita sudah bicara dengan Bu Mega, dengan pentolan PDIP semua, dan Bu Mega kan percaya sekali dengan Pak Djarot," tukasnya.

Selain tak henti merayu PDIP untuk mengusungnya, Ahok sudah menyiapkan langkah lain. Bila PDIP tidak mengizinkan Djarot digandeng menjadi wakilnya, melalui Teman Ahok dia telah memiliki opsi lain yakni menggaet Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.

"Kalau Pak Djarot tidak mendapat izin dari PDIP, dia mau mengusung sendiri, (maka) kita mungkin dengan Pak Heru (majunya)," ujar Ahok.

Menanggapi pernyataan Ahok, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menjelaskan bahwa memang sudah menjadi hal yang rutin Ahok berbincang dengan Megawati.

Namun setahu Hendrawan, partai berlambang moncong banteng putih tersebut masih dalam tahap penjaringan calon.

Maka dari itu bayangan Ahok bakal diusung PDIP masih jauh dari kepastian. "Kalau ketemu kan sering. Tapi soal pencalonan enggak tahu. Kalau soal soal calon-mencalonkan biarkan Pak Hasto saja yang menjawab, sudah disepakati," kata Hendrawan saat dihubungi Merdeka.com, Sabtu (5/3).

Sejauh ini menurut wakil ketua Fraksi PDIP tersebut, partainya masih jauh dalam merumuskan siapa calon yang akan diusung dalam pertarungan Pilgub 2017. Beberapa orang di internal partai masih memantau perkembangan politik yang ada.

"Kami tetap tenang dan mengikuti proses mekanisme yang ada," tuturnya.

Meski sejauh ini PDIP memiliki kecenderungan untuk mengusung inkamben, namun anggota komisi XI DPR tersebut tidak berani memastikan akan mengusung Ahok. Menurutnya petinggi PDIP masih tetap berpegang pada mekanisme penilaian calon melalui analisis, survey, kinerja, dan berbagai parameter lain.

"Kita lihat kinerjanya, kita lihat elektabilitasnya," pungkasnya.(mdk)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: