logo
×

Selasa, 15 Maret 2016

Nyaris Ditembak, Militan ISIS Asal AS Menyerah pada Pasukan Kurdi

Nyaris Ditembak, Militan ISIS Asal AS Menyerah pada Pasukan Kurdi

NBCIndonesia.com -  Seorang militan ISIS asal Amerika Serikat (AS) menyerah dan ditangkap pasukan Kurdi Peshmerga. Militan ISIS itu nyaris ditembak karena dikira seorang pelaku pengebom bunuh diri.

Militan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) asal AS itu bernama Mohamad Jamal Khweis, 26. Dia menyerah pada pasukan Kurdi di Desa Golat, dekat Sinjar, setelah diduga melarikan diri dari kelompok ISIS di Mosul.

Foto dan kartu identitas Khweis telah dirilis Guardian, Selasa (15/3/2016). Di kartu itu, dia tertulis sebagai warga Alexandria, Virginia, AS.Namun, otoritas AS belum mengkonfirmasi apakah dia warga AS atau bukan.

Komandan Pasukan Peshmerga dari Brigade Delapan, Kapten Daham Khalaf, mengatakan bahwa Khweis telah ditahan. Menurutnya, militan ISIS itu mendekati posisi pasukan Kurdi setelah bersembunyi di rerumputan.

Khalaf mengatakan, militan asal AS itu nyaris ditembak karena dikira calon pengebom bunuh diri. ”Kami mengamati daerah di mana ia bersembunyi sampai sekitar pukul 06.00 pagi, ketika ia datang ke depan dan berteriak agar dia tidak ditembak,” kata Khalaf.

Khweis semula mengaku kepada pasukan Peshmerga bahwa dia tidak berbicara bahasa Arab. Dia juga mengaku ayahnya seroang warga Palestina dan bahwa ibunya berasal dari Mosul.

”Kami berbicara dengan dia untuk sementara waktu dan kemudian departemen intelijen Peshmerga datang dan membawanya untuk penyelidikan,” kata Khalaf. Khweis saat ini ditahan oleh pasukan Peshmerga untuk diinterogasi.

Reaksi AS

Seorang juru bicara Pentagon AS, Kapten Jeff Davis, mengatakan bahwa dia tidak bisa memverifikasi apakah militan yang ditahan pasukan Peshmerga tersebut seorang warga AS atau bukan. Dia juga tidak bisa mengkonfirmasi apakah militan itu telah membelot dari ISIS.

”Kami menyadari laporan itu, menyadari bahwa seorang warga negara AS yang diduga berperang untuk ISIS telah ditangkap oleh pasukan Peshmerga di Irak utara,” katanya.

“Kami berhubungan dengan pihak berwenang Irak dan Kurdi untuk menentukan kebenaran laporan tersebut. Saya tidak memiliki informasi lebih lanjut untuk berbagi pada saat ini. Kami hanya belajar dari (laporan)itu,” imbuh Davis.(it)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: