
NBCIndonesia.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang menanggapi santai tudingan mantan staf khusus Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Arief yang menyebut ada pihak mencoba melobi KPK agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi pembelian lahan untuk Rumah Sakit Sumber Waras. Menurut Saut, tanggapan miring soal penyelidikan KPK terkait kasus itu tidak perlu direspon dengan negatif.
"Itu sekedar framing ya, di mana kebebasan mikirnya dijamin Undang-undang. Pemikiran itu tidak bisa diadili apalagi dipidanakan sebab kita tetap percaya ada niat baik di dalamnya," ujar Saut kepada merdeka.com, Senin (14/3).
Namun dia mengingatkan jika ingin menyampaikan pendapat sebaiknya lebih selektif dan bijak. Selain itu, masyarakat diharapkan lebih percaya terhadap lembaga penegak hukum.
"Yang perlu buat semua bangsa kita saat ini mengurangi ketidak percayaan, sebelum kata percaya kita harus bangun kata wisdom lebih dahulu," pungkasnya.
Sebelumnya, mantan staf khusus Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Arief terus mengungkap keterlibatan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (AHok) dalam kasus korupsi RS Sumber Waras. Info terakhir, dia menyebut ada yang mencoba melobi KPK agar Ahok tak ditetapkan sebagai tersangka.
Sejak kontestasi jelang Pilgub DKI 2017 mulai memanas, Andi Arief memang tak henti-hentinya berkomentar miring tentang Ahok di Twitternya, @AndiArief_AA. Dia tak segan membeberkan bukti yang diklaimnya melibatkan Ahok dalam korupsi RS Sumber Waras.
"Ada yang sudah melobi KPK, Ahok bersedia tidak mencalonkan diri tapi jangan dijadikan TSK. Koruptor akalnya banyak," kata Andi dikutip merdeka.com, Senin (14/3).(mdk)

