
NBCIndonesia.com - Sejumlah kalangan menilai kalau pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) banyak kejanggalan. Sebab, lahan yang dibeli bukan berada di Jalan Utama Kyai Tapa, melainkan ada di dalam Jalan Tomang Utara yang tidak memiliki akses ke jalan utama.
Terlebih, pada saat itu Dinas Kesehatan Jakarta telah menawarkan beberapa lokasi kepada Ahok untuk membangun rumah sakit khusus kanker diluar lahan Rumah Sakit Sumber Waras.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon pun tidak menyangka Ahok melakukan kebijakan seperti itu. Lantaran lahan kosong di DKI Jakarta masih banyak yang layak untuk dijadikan Rumah Sakit.
"Dalam hal ini angka 750 miliar itu kan angka yang sangat besar, bisa membuat 4 RSUD setingkat RSUD Tarakan. Sementara Tanah DKI sendiri itu tanah yang kosong masih banyak. Kenapa harus membeli lahan yang sebetulnya bukan di jalan utama," kata Fadli di Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Rabu (16/3/2016).
Saat disinggung apakah polemik Sumber Waras ini menyangkut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pada saat itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, lantaran pembahasan pembelian lahan Sumber Waras terjadi pada 2013.
Fadli membantah hal tersebut. Sebab, pembelian lahan itu terjadi pada pertengahan tahun 2014, yang dimana saat itu Ahok sebagai Plt Gubernur DKI karena Jokowi maju sebagai calon Presiden 2014.
"Saya kira kalau dilihat dari keputusan itu sih, itu kan keputusan yang diambil oleh Plt (Ahok)," paparnya.(ts)

