
NBCIndonesia.com - Beredar foto Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang sedang bermain golf. Foto ini tampak biasa, namun menjadi ramai sejak komentarnya yang menyebut ada perkumpulan golf di tataran pejabat DKI Jakarta.
Bahkan dia menyebut geng ini menentukan apakah seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta dapat naik pangkat atau tidak. Jika tidak bisa bergabung, jangan harap jabatan akan naik ke level yang lebih tinggi.
Lalu bagaimana tanggapan Ahok soal foto yang beredar di media sosial itu?
Ahok menjawab foto yang tersebar luas itu dilakukan dalam acara turnamen golf Piala Gubernur 2015. Lokasinya di Damai Indah Golf, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.
Turnamen itu diselenggarakan pada 14 November 2015 dalam rangka untuk merayakan bulan dana Palang Merah Indonesia.
"Saya resmiin main golf. Resmiin. Waktu kumpul dana saya enggak tahu buat gereja siapa. Saya lupa buat yayasan gereja. Cuma disuruh aja," kata Ahok di Balai kota, Jakarta, Selasa (26/4).
Sebelumnya, Ahok menyebut perkumpulan main golf ini menentukan apakah seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta dapat naik pangkat atau tidak. Jika tidak bisa bergabung, jangan harap jabatan akan naik ke level yang lebih tinggi.
Tapi, berbeda dengan era Ahok saat ini. Prinsip dan hubungan keakraban untuk cepat naik jabatan seperti yang ada di geng golf itu tidak berlaku. Di eranya, penentuan seorang PNS untuk naik jabatan diputuskan melalui tes.
"Kalau sekarang kita enggak pakai kenal enggak kenal. tes saja, kita buka lagi. Saya enggak mau tahu kamu mau main golf, baik sama saya, whatsapp saya, saya enggak peduli," tegasnya.
Jika lulus tes dan layak bekerja menjadi PNS atau pejabat di DKI, Ahok akan memantau kinerja mereka melalui sistem key performance index (KPI).
Dengan diterapkanmya sistem ini, dapat terpantau PNS-PNS yang berkinerja baik dan yang malas. Bagi yang malas bekerja, dia akan dengan mudah mengetahuinya dan mencopotnya.
"Kalau Anda tes masuk, kita ada KPI nya jelas. Kalau anda kerjanya jelas, anda mau maki-maki saya, nulis macam-macam saya enggak peduli," pungkas Ahok. (mdk)

