
NBCIndonesia.com - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke IX DPD Golkar Jawa Barat di hotel Aquila, Bandung, Sabtu pagi (23/4/2016). Aburizal menyambut baik dipilihnya azas musyawarah dan mufakat dalam Musda ini.
"Azas musyawarah mufakat di kedepankan sebagai suatu jalan panjang dialog kekeluargaaan yang cerdas sesuai pada Pancasila. Musyawarah mufakat bisa juga di lanjutkan di tingkat Munas yang akan datang," ujar Aburizal saat memberikan sambutan pembukaan dalam Musda Partai Golkar Jabar ini.
Aburizal menambahkan langkah besar yang di mulai dari Bandung, Jabar ini diharapkan bisa memberi inspirasi bagi pergerakan dan kemajuan Partai Golkar. Ditambahkan partai politik yang dipimpinnya itu harus terus bergerak maju dan lebih baik dalam memberikan kontribusi bagi demokrasi di tanah air.
"Pengurusan rekonsiliasi sudah selesai dengan adanya satu pendaftaran kepada Menkumham dan masih menunggu keputusan administrasi dari negara. Sehingga Munas menjadi spremasi persatuan yang utuh dari Partai Golkar," papar Aburizal yang memberikan perkembangan informasi rencana penyelenggaraan Munaslub.
Pada kesempatan tersebut, Aburizal juga menekankan dan mengingatkan kepada para kader dan simpatisan bahwa kecintaan berhadapan partai tidak pernah surut. Juga diingatkan agar kalah dan menang dalam persaingan di internal parpol adalah hal yang biasa dan wajar. Sehingga tak ada alasan kecewa dan membentuk parpol baru.
Aburizal juga mengingatkan upaya deparpolisasi harus di lawan dengan meningkatkan fungsi dan peran kader sebagai tanggung jawab dalam menyambut kemajuan kebangsaan. Alasannya, karena parpol adalah sebuah keniscayaan dalam sistem demokrasi yang sedang di bangun bangsa ini.
Kepada para peserta Musda, Aburizal mengatakan bahwa salah satu tujuan Munas adalah akan memberikan amanat kepada DPP terpilih untuk mengawal kembali ke UUD 1945. Alasanya, amandeman UUD telah buruk akibatnya, antara lain ada 121 UU bertentangan dengan pembukaan UUD 1945.
Aburizal juga menegaskan bahwa Partai Golkar memperjuangkan agar sistem Pemilu kembali ke sistem proporsional tertutup. Tujuannya agar monitoring partai politik bisa lebih efektif terhadap pengelolaan partai dan mengawasi kader-kadernya yang menjadi pejabat publik.
Kehadiran Aburizal Bakrie ke Bandung didampingi sejumlah petinggi partai Beringin. Mereka antara lain adalah Idrus Marham (Sekjen Partai Golkar), Nurdin Halid, Setya Novanto, Azis Syamsudin dan Ade Komarudin. Hadir pula Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. (ts)

