logo
×

Sabtu, 09 April 2016

Ini Kata Teman Ahok Soal Sunny Tanuwidjaja yang Dicegah KPK

Ini Kata Teman Ahok Soal Sunny Tanuwidjaja yang Dicegah KPK

NBCIndonesia.com - Relawan pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menamakan diri sebagai Teman Ahok mengaku pernah bertemu dengan Sunny Tanuwidjaja, staf khusus Ahok. "Dikenalin tanggal 6 Maret lalu sewaktu di rumah Pak Ahok," ucap Amalia Ayuningtyas, juru bicara Teman Ahok, di Graha Pejaten, Jakarta Selatan, Jumat, 8 April 2016.

Nama Sunny kini sedang menjadi pembicaraan karena memiliki keterkaitan dengan kasus suap yang melibatkan Ariesman Wijaya, Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Mohamad Sanusi. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan beberapa waktu lalu. Sanusi diduga menerima uang suap dari Ariesman agar pembahasan rancangan peraturan daerah tentang reklamasi berjalan mulus.

Lia—sapaan akrab Amalia—mengatakan baru sekali itu ia dan para pendiri Teman Ahok bertemu dengan Sunny. Jadi ia mengaku tidak kenal baik dengan sosok pria yang kini dicegah ke luar negeri itu. "Kami baru ketemu dia sekali. Kami juga jarang ketemu Pak Ahok, baru empat kali," ujarnya.

Lia menuturkan pertemuannya dengan Sunny saat itu bersamaan dengan keputusan Ahok mengusung Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Heru Budi Hartono sebagai calon Wakil Gubernur DKI. "Yang kami tahu, Pak Sunny sedang melakukan disertasi untuk program S-3. Kami tidak terlalu kenal karena tidak banyak ngobrol," ucapnya.

Dalam pertemuan itu, menurut Lia, Teman Ahok hanya mengobrol dengan Ahok dan Heru. Ia mengatakan saat itu porsi bicara Ahok sekitar 65 persen, Heru 15 persen, dan Teman Ahok 20 persen. Namun Lia mengingat, pada 2012, ketika menjadi relawan Jokowi-Ahok, ia pernah bertemu dengan Sunny dalam selebrasi relawan.

"Kami pernah undang Pak Ahok untuk launching buku Serdadu Jakarta Baru, tapi itu pun enggak terlalu kenal (Sunny). Setahu kami, anggota tim Pak Ahok ada banyak." (tp)