
NBCIndonesia.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mempertanyakan dua gepok uang yang diberikan kepada Suratmi, istri almarhum Siyono yang tewas ditangan Densus 88. Menurutnya, harus dilacak darimana aliran dananya berasal.
"Uang itu dari mana? Apakah Densus boleh mengeluarkan uang untuk itu?" ujar Fadli saat ditemui Suara Islam Online di gedung DPR, Selasa (29/3/2016).
Menurutnya, uang Densus itu dana APBN, dalam APBN sendiri itu tidak ada tupoksinya. "Di APBN itu tidak ada untuk sumbangan orang meninggal, dan kalau dianggap sebagai uang tutup mulut berarti itu menyuap dong," kata Fadli.
Kasus kematian Siyono sendiri, kata Fadli, itu banyak kejanjilan. "Alasannya lucu seolah-olah ada perkelahian, bagaimana ada perkelahian karena biasanya prosedurnya itu tangannya di borgol. Bisa saja ada penganiyaan, dibenturkan ke dinding dan sebagainya, kalau gitu berarti ini pembunuhan dan pelakunya harus diproses," jelasnya.
Kita tidak mau Densus melakukan tindakan diluar melawan hukum termasuk proses penangkapan yang mengakibatkan orang meninggal. "Ini masalah yang sangat-sangat serius, tidak bisa dibiarkan begitu saja, kalau ini dibiarkan maka pelanggaran HAM akan terus berulang, apalagi jumlahnya sudah cukup banyak," tandas Fadli. (si)

