
NBCIndonesia.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, organisasi radikal ISIS yang menjadi dalang di balik serangan beberapa bulan lalu tersebut tidak bisa disamakan dengan ajaran dalam agama Islam.
"Bisa kami pastikan bahwa ISIS bukan Islam, dan Islam juga bukan ISIS," ujar mantan komandan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu saat mengisi kuliah umum di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Rabu (20/4/2016).
Terkait ISIS, Luhut menyampaikan bahwa kelompok radikal tersebut merupakan produk dari konflik di regional Timur Tengah dan telah menyebar serta melakukan aksis teror di sekitar 20 negara di dunia baik di Asia, Eropa, hingga benua Amerika.
Oleh sebab itu dia mengimbau agar generasi muda jangan mudah terhasut oleh isu berlatarbelakang agama maupun agenda bermuatan politis dari Timur Tengah.
"Kompleksifitas dunia lebih rumit, jadi kita jangan sekali-kali membuat instabilitas. Jangan permasalahkan latar belakang agama ras dan lain-lain. Kita harus solid agar kuat dan tidak terpengaruh arus konflik dari luar negeri," tutur Luhut.
Pada bagian lain, Luhut mengatakan bahwa kemiskinan menjadi salah satu faktor maraknya sejumlah orang terlibat dengan aksi terorisme di dalam negeri.
"Kami lihat terorisme juga berasal dari latar belakang kemiskinan. Kalau kita menghapus kemiskinan saya yakin kita juga bisa menghalau terorisme," jelasnya.
Dia mencontohkan, salah satu pelaku teror Bom Sarinah yang tewas diketahui berasal dari keluarga miskin di wilayah Subang, Jawa Barat. Kemiskinan yang dialami menyebabkan pelaku memutuskan dengan gerakan radikal agar bisa menghidupi keluarganya. (ts)

