logo
×

Minggu, 24 April 2016

Politik DKI Makin Panas, Giliran Anak Buah Tegur Ahok

Politik DKI Makin Panas, Giliran Anak Buah Tegur Ahok

NBCIndonesia.com - Suhu politik di DKI Jakarta jelang pemilihan gubernur Februari 2017 mendatang makin panas saja. Kali ini bukan calon incumben Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) yang melontarkan pernyataan panas, melainkan anak buahnya.

Kemarin, lewat dinding Facebook-nya, Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi terang-terangan menegur Ahok. Rustam tidak terima bosnya menuding dia berada di kubu Yusril Ihza Mahendra, salah satu bakal kandidat Pilgub DKI 2017.

"Saya nyatakan bahwa tuduhan saya bersekutu dengan Pak Yusril adalah tidak benar," ujar Rustam melalui postingan di akun Facebook miliknya, Sabtu (23/4).

Menurut Rustam, Ahok menuding dia berada di kubu Yusril karena dia dianggap tidak mengerjakan perintah untuk merelokasi warga di bawah kolong tol Ancol, Jakarta Utara.

Melalui postingan itu, Rustam menjelaskan, sebagai seorang bawahan, wajar saja jika dia ingin dihargai dalam bekerja. Menerima kritik pedas pun memang umum didapatkan oleh seorang bawahan demi meningkatkan kinerja.

Namun dia mengaku mengaku kecewa dengan tuduhan Ahok atas segala kinerjanya. Bahkan dia menilai apa yang dilakukan Ahok sama saja dengan fitnah.

"Selaku bawahan saya juga mengharapkan ucapan terima kasih dari pimpinan atas hasil kerja yang dilakukan, tetapi jika itu (apresiasi) tidak ada tidaklah mengapa dan saya akan terus melaksanakan tugas berikutnya dengan semangat. Berbeda dengan tuduhan yang menjurus fitnah apalagi yang keluar dari mulut pimpinan adalah sesuatu yang menyakitkan," ujarnya.

Perlawanan Rustam kepada Ahok sebenarnya sudah tampak saat penggusuran warga Pasar Ikan, Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Saat itu, Rustam ingin menenangkan warga korban penggusuran yang dicibir Ahok karena mereka menjadi manusia perahu.

Alih-alih memperhatikan warga yang menjadi manusia perahu, Ahok malah menyatakan, "Biarin saja dulu, nanti juga kapok."

"Dia bukan mau tinggal di perahu. Dia lagi mau ngintai. Nanti kalau sudah sheet pile dia mau injek lagi di atas," kata Ahok lagi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (13/4).

Soal pernyataan Ahok itu, Rustam meminta warga memakluminya. "Taulah gubernur kita seperti itu suka aneh-aneh juga ngomongnya. Nanti saya bilang pak, itu warga saya. Saya enggak bilang warga saya menjarah," ujar Rustam. (mdk)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: