
NBCIndonesia.com - Petisi online di laman Change.org mendesak Menteri Luar Negeri memberhentikan Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, mendapat respons netizen. Banyak yang mendukung, tak sedikit yang menilainya serangan politik untuk Yusril Ihza Mahendra.
Kicauan Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, tentang Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama alias Ahok yang dinilai bernuansa suku, ras dan agama alias SARA menuai protes netizen. Muncul petisi di laman Change.org mendesak Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberhentikan Yusron dari jabatannya.
Petisi itu dibuat oleh AdrianZmith dan hingga kemarin sore, ditandatangani lebih dari 35.971 netizen.
Padapetisinya , Adrian menyampaikan, sangat tidak pantas pejabat pemerintah, apalagi seorang duta besar yang tengah bertugas di negara sahabat melontarkan pernyataan bernuansa rasis, kebencian, memutar-balikkan fakta sejarah, dan provokasi konflik.
"Tanda tangani petisi ini Pecat Yusron Ihza Mahendra sebagai Duta Besar. #StopRacism," tulis dia.
Terkait berbagai kritikan netizen di Tanah Air, Dubes Yusron yang tinggal di Jepang hingga kini belum memberikan tanggapan.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, Menlu telah mengingatkan para kepala perwakilan Indonesia di luar negeri agar tidak mengurusi persoalan di luar tugas dan tanggung jawabnya. Namun, ia enggan berkomentar mengenai keluhan Ahok terkait ciutan Yusron pada akun Twitter miliknya.
"Saya tekankan sekali lagi, kami selalu mengingatkan mereka agar fokus pada masalah, isu-isu dan tugas-tugas yang diberikan negara," kata Arrmanatha.
Seperti diketahui, Yusron beberapa waktu lalu berkicau soal Ahok di akun Twitter-nya, @YusronIhza_ Mhd. Yusron menyoroti kepemimpinan Ahok yang ia anggap arogan.
Menurut Yusron, gaya kepemimpinan Ahok arogan dan berpotensi membahayakan kelompok masyarakat beretnis sama dengan Ahok.
Pernyataan itu disampaikan Yusron menanggapi pernyataan mantan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal (Purn) Johannes Suryo Prabowo yang juga melontarkan pernyataan senada.
Sementara, Basuki atau biasa disapa Ahok, menganggap Yusron kurang ajar dan rasis. Ahok menilai Yusron tengah menakut-nakuti warga keturunan Tionghoa.
Dalam petisi tersebut, netizen juga menuliskan beragam komentar sebagai alasan mendukung petisi.
Akun MelissaAugustina menulis, seorang duta besar tidak pantas memberikan pernyataan rasis. "Sangat tidak layak seorang duta besar Republik Indonesia melontarkan twit rasis untuk menghasut bangsa yang terdiri dari berbagai etnis dan agama," ujarnya.
Akun Munjirin Masmun menilai, semestinya seorang duta besar dapat menjaga nama baik bangsa, tidak memicu permusuhan. "Sudah semestinya seorang duta besar harus bisa mewakili negara yang multi etnis. Jika dia tidak bisa, maka sudah selayaknya segera diganti agar tidak timbul masalah yang lebih besar."
Senada disampaikan pemilik akun Emir Faizal. Kata dia, sebagai negara dengan bermacam-macam etnis, hendaknya menjaga kerukunan. Selain itu, pejabat negara juga memiliki kewajiban untuk menjaga kerukunan antar etnis dan budaya.
"Indonesia negara BhinnekaTunggal Ika. Serta wakil rakyat harus berdiri di titik netral tidak rasis," katanya.
Akun dedy apriadi setiawan menyesalkan pernyataan Yusron. Menurut dia, sepantasnya pejabat negara rasis diberi hukuman tegas.
"Berbahaya sekali orang ini, sebagai pejabat publik tulisannya dibaca orang banyak. Dan tidak semua pembaca cerdas. Ada yang menelannya mentah-mentah," komentarnya.
Meskipun mendapat dukungan lebih dari 35.971 netizen, ternyata banyak juga netizen yang menentang petisi tersebut pada media sosial Facebook.com.
Akun Laki Laki mengaku heran, bagaimana bisa cuitan Yusron dinilai rasis. Menurut dia, tidak selayaknya Yusrol diberhentikan dari jabatannya.
"Di mana letak salahnya omongan Yusron? Memang benar kok si Ahok keturunan China. Lalu kenapa kalian seperti kebakaran jenggot?" ujarnya.
Akun Herman Oher menambahkan,Yusron tidak pantas untuk dipecat. Karena tidak menyuarakan kebencian. Apalagi hingga kini Presiden Joko Widodo tidak mempermasalahkannya.
"Pernyataan Yusron biasa aja, buktinya Kemenlu/Jokowi tidak bereaksi apa-apa. Jangan lebay. Dikit-dikit petisi. Dah kayak yang paling benar saja," kecamnya.
Akun Fa-va Al Fana menilai, petisi itu berlebihan. "Ndak sportif nih gubernur. Wong gubernurnya suka rasis. Menghina orang, cemplang-cemplung omongannya. Giliran dikasih masukan, eeehhh katanya rasis," katanya.
Sementara itu, netizen lain memaknai petisi tersebut sebagai salah satu serangan politik bagi bakal calon gubernur DKIJakarta, Yusril Ihza Mahendra, kakak kandung Yusron.
"Serangan terhadap keluarga Yusril, berarti memang Yusril saingan berat Ahok. Kenapa cuma Yusron yang diserang, kan banyak juga politisi-politisi yang banyak ngomong begitu," tandasnya. (rm)

