logo
×

Jumat, 03 Juni 2016

Ahok Akhirnya Pilih "Istri Lama", Heru Cuma Bisa Pasrah

Ahok Akhirnya Pilih "Istri Lama", Heru Cuma Bisa Pasrah

Nusanews.com - Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono enggan berkomentar banyak soal kemungkinan pendampingnya di Pilkada DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan kembali 'rujuk' dengan Djarot Saiful Hidayat.

"Iya terserah. Saya serahkan ke Pak Gubernur (Ahok)," kata Heru, saat dihubungi Kamis (2/6/2016).

Heru pun enggan berkomentar banyak soal banyak soal kemungkinan Ahok berubah haluan melalui jalur politik apabila relawan Teman Ahok tak capai target pengumpulan KTP warga DKI sebagai syarat maju di Pilkada melalui jalur perseorangan.

Dia pun menyerahkan sepenuhnya kepada Ahok mengenai segala konsekuensi apabila tak jadi dipasangkan menjadi pendampingnya di Pilkada DKI. "Diserahkan saja sama pak Ahok, saya kan cuma stafnya beliau," katanya.

Sebelumnya Ahok membantah akan menggandeng Djarot, bila relawannya Teman Ahok tidak mencapai target satu juta KTP warga DKI.

Dalam pembicaraan sebelumnya, lantaran tidak adanya respon dari Ketua umum PDIP Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ahok akhirnya memilih Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Heru Budi Hartono sebagai wakilnya.

"Tidak, sekarang kan bukan itu isunya, isu yang sekarang kan kita enggak tau apa," kata Ahok.

Soal pernyataan Ahok sebelumnya bakal memberikan sinyal memilih Djarot sebagai pendamping hanya perumpamaan. Dia sendiri mengibaratkan kesempatannya mengajak Djarot maju lagi dalam Pilgub seperti sebuah perkawinan.

"Dimana-dimana kalau suami istri rujukan itu ada peluang. Kan bukan talak tiga, ini bukan talak tiga kan?," kata Ahok.

Ahok mengaku optimistis jika relawan Teman Ahok bakal mencapai targer sejuta KTP warga sebelum pendaftaran calon digelar KPU pada bulan Agustus 2016 mendatang. (rn)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: