
Nusanews.com - Sekjen PPP, Arsul Sani meminta Abraham Lunggana alias Lulung meluangkan waktu untuk belajar kembali dari buku-buku. Utamanya, buku-buku yang menyajikan sejarah lahirnya reformasi di Indonesia.
“Sahabat saya Pak Haji Lulung mesti banyak baca lagi lah artikel, buku, referensi yang terkait dengan peristiwa reformasi Mei 1998. Perlu baca lagi,” kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (3/6). Sebelumnya, Lulung menyebut kejatuhan Soeharto dikendalikan komunis.
Anggota Komisi III DPR ini mengaku partainya tidak menyiapkan sanksi bagi Lulung. Sebab saat itu, Lulung berargumen sebagai ketua umum pusat pemuda panca marga.
“Kita saling mengingatkan supaya tidak gampang ber-statement yang punya implikasi bukan membangun persatuan tapi menimbulkan perpecahan,” tuturnya.
Arsul menegaskan, Lulung tak mengantongi data yang kuat. Dia juga menilai Lulung menyinggung aktivis yang kritis di era orde baru.
“Ya harus ditanya Pak Lulung, dia menyampaikan buktinya apa. Itu menyinggung teman-teman mahasiswa yang sekarang sudah menjadi tokoh di mana-mana,” pungkasnya. (it)

