
Nusanews.com - Partai Golkar akhirnya bisa bernafas lega soal kabar akan dilakukannya reshuffle kabinet. Meski hanya sebatas celetukan, Golkar menganggap pernyataan Jokowi sebagai pertanda rombak kabinet akan segera dilakukan. Golkar sudah tidak sabar masuk dalam kabinet.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung reshuffle kabinet jilid IIsaat memberikan sambutan di acara haul ketiga Taufiq Kiemas di kediaman Megawati Soekarnoputri, lusa malam kemarin. Celetukan itu dianggap kepastian ada tidaknya bongkar pasang kabinet.
Ketua Umum Golkar Setya Novanto yang hadir di acara tersebut, langsung menafsirkan positif pernyataan Jokowi tersebut. Baginya, candaan Jokowi merupakan sinyal baik akan ada reshufle. "Ini tentu suatu sinyal (reshufle) yang diberikan. Mudah mudahan," ujar Novanto usai acara berlangsung.
Bila benar reshuffle akan segera dilakukan, Novanto tidak malu-malu menyebut kesiapan kadernya untuk mengisi pos kementerian yang ada. Baginya, Partai Golkar memiliki stok kader yang layak untuk ditunjuk sebagai menteri. "Pokoknya kita doakan lah," ujar Setya Novanto sembari tertawa.
Bahkan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR, Fadli Zon ikut menafsirkan hal yang sama seperti Novanto. Namun, Fadli menyerahkan sepenuhnya kepada presiden.
"Mungkin aja (ada sinyal reshuffle). Saya enggak tau juga. Nanti kita lihat. Itu kan hak prerogatif presiden. Jadi terserah presiden, sepanjang memang diperlukan saya kira sah-sah aja," pungkasnya.
Namun tafsir berbeda justru disampaikan PDIP dan Nasdem, dua parpol dari koalisi pendukung pemerintah. Wasekjen DPP PDIP Ahmad Basarah menganggap pernyataan Jokowi hanya candaan saja. Karenanya, lanjut dia, tidak perlu ditafsirkan secara serius.
"Itu kan pernyataan spontanitas menjawab candaan ceramahnya ketua umum PBNU yang mengatakan di antara menteri kabinetnya Pak Jokowi, belum ada orang NU," ujar Basarah.
Namun, dia tak mempersoalkan bila candaan Jokowi dianggap sebagai sinyal reshuffle. Dia pun tak mempersoalkan jika Presiden Jokowi menjadikan hasil Munaslub Partai Golkar sebagai salah satu pertimbangan untuk melakukan reshuffle.
Hal senada juga disampaikan politisi Nasdem Taufiqulhadi. Menurutnya, celetukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai perombakan kabinet dianggap sekadar bercanda. "Itu sebuah celetukan, yang menurut saya tidak terlalu bermakna jauh, mungkin bergurau saja," katanya.
Menurut anggota Komisi III DPR ini, kapanpun presiden bisa melakukan reshuffle. Dia juga meyakini Presiden Jokowi memiliki pertimbangan matang dalam setiap melakukan reshuffle kabinet.
Diberitakan, Presiden Jokowi berkelakar tentang perombakan kabinet dalam acara haul almarhum Taufik Kiemas. Kelakar Jokowi itu diawali tausiah Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj. Aqil mengatakan, tidak ada kader NU yang ditunjuk Jokowi sebagai pembantu presiden alias menteri.
Jokowi, sebut Aqil, malah lebih memilih menunjuk kader PKB sebagai menteri. Candaan Aqil dijawab oleh Jokowi saat dia menyampaikan kata sambutan setelahnya. "Saya ingin mengklarifikasi dulu Pak Said Aqil tentang menteri dari NU," ujar Jokowi.
Jokowi mengatakan, setelah Aqil berkelakar demikian, ia langsung menghitung menteri yang beraliran NU. "Diam-diam saya hitung tadi, ada enam orang (menteri berasal dari kader NU). Jadi ya ada," ujar Jokowi.
Membahas soal menteri, Jokowi mengaku jadi teringat soal perombakan posisi menteri yang selalu hangat di pemberitaan. "Ah, saya jadi ingat reshuffle kalau seperti ini," ujar Jokowi yang langsung disambut riuh tawa. (rm)

