logo
×

Rabu, 29 Juni 2016

OTT KPK Berhasil ‘Mengalihkan’ Perhatian Publik dari Temuan Bukti Disposisi Ahok atas Pembelian Lahan Milik Sendiri

OTT KPK Berhasil ‘Mengalihkan’ Perhatian Publik dari Temuan Bukti Disposisi Ahok atas Pembelian Lahan Milik Sendiri

Nusanews.com - Berita mengenai operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK kepada empat anggota DPR RI asal partai Demokrat berhasil menutupi pemberitaan mengenai adanya bukti diposisi ahok atas pembelian lahan milik sendiri di rusun cengkareng


Pembelian lahan 4,6 hektare di Cengkareng Barat pada November tahun lalu terjadi setelah Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menerbitkan disposisi 10 Juli 2015. Disposisi itu dimuat di Koran Tempo edisi 28 Juni 2016.

Diceritakan dalam Koran itu, saat menerbitkan disposisi Basuki alias Ahok mendapat laporan dari Kepala Pengelola Aset dan Keuangan Daerah Heru Budi Hartono bahwa Toeti Soekarno menawarkan lahan tersebut sehari sebelumnya. Pada waktu itu pemerintah berencana membangun rumah susun di Cengkareng.

Entah, berakitan atau tidak; namun yang jelas OTT KPK selasa malam tadi, memang berhasil mengalihkan perhatian publik atas ditemukannya bukti disposisi Ahok terkait pemeblian lahan milik sendiri di cengkareng

Harusnya KPK menindaklanjuti setiap fakta yang keluar terkait kasus tersebut, karena sudah jelas KPK telah menerima laporan terkait kasus rusun Cengkareng tersebut lebih dahulu

Publik dapat menilai, apapun yang dikerjakan oleh KPK, kini tak lebih menjadi lembaga pelindungan terhadap korupsi yang dilakukan penguasa; contoh pada kasus sumber waras KPK telah lebih dahulu menyatakan tidak ditemukan adanya tindakan korupsi tanpa mau mengklarifikasikan kepada BPK

Sekarang kembali terulang, KPK menjadi ‘pengalih’ atau decoy terhadap penyelidikan yang menyeret nama Gubernur Ahok pada kasus Rusun Cengkareng

Apakah publik masih mau menerima keberadaan lembaga anti korupsi tersebut? dengan menimbang tindak tanduknya selama ini yang selalu melindungi kepentingan penguasa. (ling)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: