
Nusanews.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Sodik Mudjahid menyayangkan sistem komputerisasi haji terpadu (siskohat) yang diduga bermasalah tak diperhatikan Kementerian Agama.
"Kemenag tidak belajar dari peristiwa tahun keterlambatan lalu.ini memalukan karena menunjukkan rendahnya profesionalisme dan komitmen melayani jamaah," tandas politisi Gerindra ini saat dihubungi TeropongSenayan di Jakarta, Senin (06/06/2016).
Padahal, lanjut dia, Keterlambatan visa tahun lalu misalnya disebabkan mayoritas item-item siskohat haji Indonesia beda dengan item-item e-hajj Arab Saudi.
"Kami dari awal berkali-kali mengingatkan agar segera disesuiakan dan di entry lebih awal tapi tahun lalu kemenag lambat memenuhi permintaan kami.
Jika sekarang masih beda juga maka membingungkan," ungkap Sodik.
Menurutnya, siskohat yang tak transparan menunjukkan tidak ada perbaikan kualitas SDM pengelola di Kemenag.
"(yang kami tidak suka mengatakannya)membuka kecurigaan adanya permainan dalam pengaturan kuota dan keberangkatan," tegas dia.
Menyikapi hal tersebut, kata dia, pihaknya dalan hal ini Komisi VIII DPR RI akan memanggil pihak terkait untuk dimintai penjelasannya.
"Minta penjelasan Menag. seperti tahn lalu bersma tim ahli kami lakukan pengawasan langsung di lapangan," jelasnya. (ts)

