logo
×

Sabtu, 25 Juni 2016

Sudah Sepekan, Operasi SAR Longsor-Banjir Purworejo Akhirnya Dihentikan

Sudah Sepekan, Operasi SAR Longsor-Banjir Purworejo Akhirnya Dihentikan

Nusanews.com - Tim SAR gabungan akhirnya menghentikan pencarian korban longsor-banjir setelah seminggu beroperasi di dusun Caok dan dusun Donorowati kabupaten Purworejo, Jumat (24/6), sekitar pukul 15.09 WIB. Operasi SAR dihentikan setelah Bupati Purworejo menarik tim dari SAR, BPBD, relawan, TNI/ Polri, dan masyarakat setempat.

Bupati Purworejo, Agus Bastian telah menetapkan masa tanggap darurat dari tanggal 19 Juni hingga 18 Juli 2016. Penghentian lantaran 3 orang dinyatakan hilang selama seminggu dan diperkirakan dalam kondisi membusuk.

“Satu orang asal desa Caok dan dua korban asal desa Donorati,” ujar dia.

Keputusan penghentian itu disepakati rapat bersama antara Bupati, Muspida, Camat, lurah, tokoh masyarakat, dan ahli waris. “Pihak keluarga mengikhlaskan korban yang masih hilang.

Total korban sebanyak 43 orang meninggal, diantaranya 39 meninggal akibat longsor dan 4 meninggal karena banjir di Kabupaten Purworejo. Sementara, jumlah data pengungsi saat ini sebanyak 353 orang, yaitu 143 orang di desa Wironatan dan 210 orang di desa Jelok. Sedangkan, kerusakan rumah sebanyak 143 unit, meliputi 63 rumah rusak berat, 38 rumah rusak sedang, dan 42 rumah rusak ringan. Diperkirakan kerusakan rumah dan infrastruktur akibat banjir dan longsor di Kabupaten Purworejo mencapai Rp15,73 miliar.

Data terkini, korban longsor di Kebumen ditemukan 2 korban longsor di desa Sampang, Kamis (23/6/2016) pukul 11.30WIB. Secara keseluruhan korban menjadi 7 orang meninggal akibat banjir dan longsor, dan 1 orang masih hilang.

Terpisah, Bupati Banjarnegara telah menetapkan masa tanggap darurat sejak 19/6/2016 hingga 18/7/2016. Terdapat, 6 orang tewas tertimpa longsor dan semua korban telah ditemukan. Sedangkan di Kebumen terdapat 5 orang tewas akibat banjir dan longsor, dan 3 orang hilang tertimbun longsor. Sedangkan di Rembang, Sukoharjo dan Banyumas masing-masing satu orang tewas akibat banjir.

Dengan demikian, total korban jiwa akibat banjir dan longsor di Provinsi Jawa Tengah adalah 59 orang meninggal dunia, 4 orang hilang, dan 22 orang luka-luka. (akt)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: