
Nusanews.com - Kalangan buruh kembali mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diduga terlibat kasus dugaan korupsi Rumah Sakit Sumber Waras, reklamasi Teluk Jakarta, lahan Cengkareng, barter dana CSR pengusaha dengan kebijakan upah murah DKI.
Desakan tangkap Ahok itu akan disampaikan sekitar 200 buruh dalam long march selama dua hari dua malam pada 15 dan 16 Agustus 2016. Mereka akan membagikan petisi 'Selamatkan Jakarta' kepada masyarakat Jakarta selama long march tersebut.
"Rute long march mulai dari lima penjuru kota yaitu rute Jaktim dari Taman Mini kantor FSPMI-Pulogadung-Tugu Proklamasi-Balai Kota. Sementara rute Jakut dari KBN Cakung-Tanjung Priok-Sunter-Cempaka Putih-Balai Kota. Rute Jakbar dan Jaksel dari Daan Mogot-Grogol-Roxy-Balai Kota. Buruh kembali melawan. Selamatkan Jakarta," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Minggu (14/8/2016).
Dia mengatakan isi petisi tersebut adalah mencabut PP No 78 Tahun 2015, menolak upah murah, serta menaikkan upah minimum provinsi (UMP) Provinsi DKI Jakarta.
Rizal Ramli
Buruh juga meminta rakyat Jakarta untuk mendukung Rizal Ramli menjadi bakal calon gubernur DKI Jakarta dan ada partai politik yang mengusungnya. Isu lainnya yang akan disuarakan adalah mendesak hakim Mahkamah Konstitusi (MK) agar mencabut UU Tax Amnesty dimana buruh sudah mengajukan judicial review atas itu.
"Dalam aksi nanti juga meminta agar rakyat Jakarta mendukung Rizal Ramli bersedia menjadi Cagub DKI Jakarta dan ada partai politik yang mengusungnya," kata Said Iqbal.
Alasan KSPI mendukung Rizal Ramli karena Rizal dianggap berpihak kepada buruh. Juga meyakini Rizal mampu membangun Jakarta tanpa air mata.
Iqbal menjelaskan, buruh yang tergabung dalam KSPI sudah menyatakan siap bekerja keras dalam mendukung Rizal. Tidak hanya itu, ia menuturkan akan mempromosikan Rizal kepada masyarakat untuk turut mendukung Rizal maju dalam pilkada DKI.
"Kami akan promosikan Rizal Ramli dan akan mengenalkannya kepada rakyat melalui ketuk pintu dan terjun langsung ke lapangan. Selain itu, kami akan jalan kaki di lima wilayah, yakni Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat untuk mempromosikan Rizal Ramli," ucap Iqbal.
Tax Amnesty
Menurut Iqbal, isu lainnya yang akan disuarakan buruh adalah mendesak hakim Mahkamah Konstitusi (MK) agar mencabut UU Tax Amnesty atau pengampunan pajak yang sudah dijudicial review oleh buruh. Apalagi dalam UU Tax Amnesty tersebut hanya memberikan pengistimewaan kepada pengemplang pajak. Oleh karena itu buruh menolak UU Tax Amnesty dan telah mendaftarkan uji materi UU tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Iqbal menuturkan, ada beberapa alasan mengapa buruh ikut menolak dan mengajukan uji materi terkait UU Tax Amnesty. Antara lain, UU Tax Amnesty mencederai rasa keadilan buruh sebagai pembayar pajak. Karena dengan diterbitkannya PP No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan telah mengembalikan upah buruh pada rezim upah murah dan hilangnya hak berunding serikat buruh.
"Padahal, dari data ILO, upah rata-rata buruh Indonesia hanya $174/bulan. Ini lebih rendah dibanding Vietnam $181, Thailand $357, Philipina $206, dan Malaysia $506," jelasnya.
Tanggapan Ahok
Menjawab desakan buruh yang tergabung dalam KSPI, sebelumnya Ahok sudah menyebut tuntutan itu sebagai fitnah. “Sekarang mau fitnah saya apa lagi? Saya sudah bilang, kegelapan itu enggak bisa nutupin cahaya fajar. Kamu ga bisa tutupin,” ujarnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (8/8).
Bahkan Ahok mengemukakan, kalau ada kekuatan politik di belakangnya, tentu desakan itu bukan hal yang murni. Bahkan tuntutan itu disebutnya sebagai fitnah. (ht)

