logo
×

Senin, 15 Agustus 2016

Membandingkan Soal Kewarganegaraan Menteri ESDM Arcandra dan Gloria Paskibraka

Membandingkan Soal Kewarganegaraan Menteri ESDM Arcandra dan Gloria Paskibraka

Nusanews.com - Kisah kegagalan Gloria paskibaraka asal Depok untuk menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera merah putih di Istana Negara menuai beragam respons dari publik. Menurut pakar hukum tata negara Irman Putra, persoalan Gloria ini hanya sebatas pantas tidak pantas, aturan untuknya pun bisa dibuat lebih longgar.

Irman menjelaskan, Gloria yang semenjak kecil tinggal di Depok masih bisa diupayakan untuk tetap menjadi paskibraka saat upacara hari kemerdekaan nanti. Ia kemudian membandingkan kasus Gloria ini dengan apa yang terjadi pada Menteri ESDM Arcandra Tahar.

"Perdebatan Paskibraka dan menteri berbeda kalau menteri dimensinya ketat kalau paskibraka dimensinya jauh lebih longgar," ujar Irman saat berbincang dengan detikcom, Senin (15/8/2016).

Menurutnya, Arcandra sebagai menteri terikat dengan fungsi-fungsi negara sehingga ketika Ia memiliki paspor asing atau dalam kata lain berstatus dwi kewarganegaraan itu menjadi persoalan besar. Persoalan Gloria yang memiliki paspor Prancis ini hanya sebatas layak atau tidak layak.

"Kalau menjadi seorang Paskibraka itu masalahnya menjadi pantas tidak pantas atau layak tidak layak. Kalau menteri karena dia menjalankan fungsi-fungsi negara, berkaitan dengan sumpah presiden dan juga hubungannya dengan parlemen ya itu menjadi mutlak harus WNI," paparnya.

"Karena bukan menyangkut fungsi-fungsi negara tapi fungsi fungsi simbolik ya bisa lebih lentur tapi memang sebaiknya segera diurus kewarganegaraanya," sambung dia.

Gloria Natapraja Hamel yang merupakan siswi SMA Islam Dian Didaktika ini disoal kewarganegaraannya. Gloria yang berayah Prancis ini diketahui memiliki paspor Prancis.

Gloria pun membuat pernyataan di atas materai Rp 6 ribu. Surat pernyataan itu ditujukan ke Presiden Jokowi. Dalam suratnya yang diperoleh detikcom dari Kepala Satgas Perlindungan Anak M Ihsan, Senin (15/8/2016), Gloria menegaskan dirinya lahir dan besar di Indonesia.

Dia juga mengatakan mencintai dan memilih Indonesia sebagai kewarganegaraannya. Gloria juga menyampaikan kalau Indonesia adalah tumpah darahnya. (dtk)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: