logo
×

Senin, 01 Agustus 2016

Mesin Partai yang Dulu Antarkan Ahok jadi DKI-2 Siap Menangkan Sandiaga Uno

Mesin Partai yang Dulu Antarkan Ahok jadi DKI-2 Siap Menangkan Sandiaga Uno

Nusanews.com - Pasca ditetapkannya nama Sandiaga Uno sebagai Calon Gubernur (Cagub) dari Partai Gerindradi Pilkada DKI 2017, konstalasi politik di Ibu Kota langsung bergerak.‎

Kemarin, minggu (31/7/2016), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah memutuskan untuk merapat dan menyatakan diri berkoalisi dengan Gerindra untuk mengusung Sandiaga Uno pada 15 Februari 2017.

Sekretaris DPD Gerindra DKI Jakarta, Husni Thamrin mengatakan, kini partainya tengah melakukan tune-up mesin partai, demi menghasilkan performa yang maksimal.

Menurutnya, sejumlah persiapan atau 'servis ringan mesin' sudah dilakukan sebelum nanti benar-benar turun ke gelanggang pertarungan di pesta demokrasi lokal DKI Jakarta.

"Intinya, kami ingin memastikan performa mesin partai yang dulu pernah dipake untuk mengantarkan Ahok (Basuki T Purnama) jadi Wagub DKI (Pilkada 2012), bisa lebih baik lagi dan tentunya lebih bertenaga," kata Thamrin kepada TeropongSenayan, Jakarta, Senin (1/8/2016).‎

Menurut dia, sebagaimana arahan '08', sebutan lain Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra Prabowo Subianto, saat ini panglima perang Gerindra sudah dipersiapkan di enam wilayah Ibu Kota DKI. Mereka siap tancap gas guna memenangi pertarungan.‎

"Kini mesin partai sudah dipanaskan untuk bersiap-siap mengulang kejayaan Pilkada 2012. Kita harus start terdepan meraih kemenangan di Pilkada DKI 2017," beber Thamrin.

"Jadi, semua kader Gerindra di akar rumut tinggal injak gas, kini semuanya sudah siap bertarung habis-habisa untuk memenangkan Pak Sandi," ujarnya.‎

Karena itu, secara khusus Thamrin berpesan agar calon petahana Ahok tidak jumawa dengan hasil survei yang menempatkannya paling tinggi.

Dia menyebut, pada Pilkada 2012 lalu calon petahana Fauzi bowo (Foke) juga memiliki elektabilitas sangat tinggi, jauh mengungguli Joko Widodo (Jokowi).

"Pak Jokowi dulu cuma berapa persen tuh elektabilitasnya waktu lawan Pak Foke, tapi menang," ‎katanya.

Karenanya, Thamrin mengingatkan, mulai saat ini Ahok sebaiknya tidak perlu sesumbar secara berlebihan. Supaya jika nanti kalah di Pilkada 2017 tidak terlalu sakit.

"Ingat, orang itu kalau jatuhnya tinggi, makin sakit. Makanya pak Ahok biasa aja. Kalau boleh kasih saran, Pak Ahok harus lebih meningkatkan keimanannya, dan jangan gugup juga. Terakhir, Ahok kalau maju (lewat parpol) jangan ragu, kalau ragu ya jangan maju," pesan Thamrin merujuk pada sikap Ahok yang belakangan ini masih merengek-rengek minta dukungan PDI-P. (ts)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: