logo
×

Selasa, 23 Agustus 2016

Tolak Cuti Kampanye, Tapi Ahok Enggan Disebut Menentang Aturan

Tolak Cuti Kampanye, Tapi Ahok Enggan Disebut Menentang Aturan

Nusanews.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengaku akan datang sendiri tanpa didampingi pengacara dalam persidangan perdana terkait 'kewajiban cuti calon petahana' di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Ya MK panggil,  aku dateng aja, aku udah masukin surat. Gak pake pengacara, aku aja duduk situ ngomong," ungkapya di Balikota Jakarta, Senin (22/8).

Dalam sidang nanti, Ahok mengaku hanya akan melontarkan argumen-argumen sederhana. Seperti menyampaikan aturan bahwa pagawai negeri sipil DKI Jakarta akan dipecat jika selama 45 hari tidak masuk kerja.

"Ya argumen sederhana aja, PNS 45 hari saja gak masuk, dipecat, kenapa gue mesti berhenti di atas 100 hari. Terus ini DKI Jakarta loh, kalau dua putaran, masa gue enam bulan kagak kerja? Tentara atau polisi aja disersi kalau dua hingga tiga bulan ngilang, gitu aja," demikian argumentasi yang Ahok siapkan dalam persidangan.

Meski begitu, Ahok enggan dikatakan menantang aturan yang telah dirumuskan. Melainkan dirinya menghendaki sebuah aturan yang adil baik untuk calon penantang maupun petahana.

"Saya bukan menentang, sekali lagi ya, saya sepakat dan saya katakan kalau mau kampanye wajib cuti tapi jangan paksa saya. Kalau masa kampanye buat penantang, saya butuh waktu juga dong. Kalau buat saya, saya kerja, namanya juga calon petahana. Masa calon petahana mau dibikin nol kaya penantang? imbuhnya.

"Kalau gitu kenapa gak bikin saja aturan petahana lima tahun gak boleh kerja. Supaya apa? Supaya penantangnya berhasil mengalahkan dia sama, wah ga adil, namanya juga petahana. Makanya yang paling penting itu kamu harus bikin yang jelas dimana yang dianggap pelanggaran, pelanggaran kampanye, misal kampanye bagi-bagi duit pake duit pemda, nah itu gak boleh. Kan bisa dilihat. Semua saya transparan," tambah Akok.

Ahok hingga hari ini belum jelas apakah dirinya akhirnya mengambil cuti untuk kampanye atau tetap bekerja dengan mengabaikan kampanye. Meski begitu, Ahok tetap tegas ingin fokus pada pembahasan APBD DKI Jakarta 2017.

"Saya sampaikan, kalau Anda mau paksa saya cuti, saya setuju kalau kampanye. Tapi kalau saya gak mau kampanye? Sekarang lagi mau bahas APBD, kalau saya mau bahas APBD, saya merasa ini APBD akan debat lagi sama DPRD nih," tegasnya.

"Saya khawatir TAPD saya main mata nih, kalau saya gak pelototin satu-satu. Aku pilih gak kampanye deh selama seminggu itu karena lagi tegang ngurusin APBD. Saya udah bilang, saya gak kampanye saya rugi dong? Kenapa saya rugi? Nanti kamu ngoceh-ngoceh fitnah saya, saya gak bisa bantah, kaya banjir segala macem, mana Ahok bilang bebas banjir? Nih kasih foto-foto banjir, kalo saya didebat saya bisa jelasin. Eh itu yang belum beres, lihat dong foto-foto yang udah beres yang dulu banjir, ini fotonya, kalo kampanye debat publik saya bisa," pungkasnya. (jn)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: