logo
×

Selasa, 06 September 2016

Duterte Nomor Duakan HAM Demi Selamatkan Filipina dari Bahaya Narkoba

Duterte Nomor Duakan HAM Demi Selamatkan Filipina dari Bahaya Narkoba

Nusanews.com - Indonesia mungkin harus segera mencontoh Filipina dalam proses pemberantasan narkoba. Sedikitnya sebanyak 2.400 nyawa melayang akibat kebijakan anti narkoba yang dilakukan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Atas kebijakan tersebut pula, rupanya negeri Paman Sam tertarik untuk berkomentar. Belakangan Amerika Serikat mengecam kepentingan perang Filipina terhadap narkoba. Mengingat, kebijakan tersebut telah menewaskan 2.400 orang dalam kurun waktu dua bulan sejak Duterte menjabat.

Begitu banyaknya korban tewas ini yang memicu pertanyaan banyak negara, termasuk Amerika Serikat dan PBB. Meski demikian, Duterte bersikukuh tak akan menghentikan langkahnya itu.
Baca Juga: Pertemuan Obama Duterte Batal Terjadi

"Lebih banyak lagi orang akan tewas hingga para pengedar narkoba hilang dari jalanan. Hingga pengedar terakhir hilang, kami akan terus melanjutkan (pembunuhan)," tambah Duterte.
Lebih jauh Duterte menegaskan, dia tak akan menerima perintah apa pun dari Amerika Serikat dan tak peduli soal pandangan dunia terhadap dirinya.

"Saya tak peduli pandangan siapa pun terkait perilaku saya," tambah Duterte.
Duterte juga mengecam dengan kata-kata keras para pengkritiknya di dalam negeri yang disebutnya hanya ingin menyenangkan pemerintah Amerika Serikat.

"Masih banyak yang memiliki mental seperti anjing yang gemar menjilat bokong orang Amerika," tambah dia.

Sejak berkuasa akhir Juni lalu, sebanyak 2.400 orang yang diduga sebagai pengedar narkoba tewas. Sebagian tewas dalam baku tembak dengan polisi, sisanya dibunuh orang tak dikenal.
Rupanya respon Amerika Serikat tentang aksi bersih-bersih narkoba langsung disambut keras Duterte dengan mengatakan Obama layaknya 'anak pelacur'. Secara terbuka dirinya menghina Presiden AS tersebut.

Hinaan ini dilontarkan Duterte sembari mengatakan dia tak mau 'dikuliahi' Obama soal HAM saat keduanya bertemu di KTT Asia Timur di Laos.

"Anda harus bersikap hormat. Jangan hanya melemparkan pertanyaan dan pernyataan. 'Anak pelacur', saya akan mengecam Anda di forum itu," kata Duterte sebelum bertolak menuju Laos.

Kalimat makian yang dilontarkan Duterte biasa digunakan kepada orang yang tak disukai atau dibenci. Atas makian tersebut, pihak Obama akhirnya membatalkan pertemuan antar kedua presiden tersebut yang harusnya terjadi hari ini, Selasa (6/9) di sela-sela KTT Asia Timur yang digelar di Vientiane, Laos. (jn)


Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: