
Nusanews.com - Sindiran keras dilontarkan tokoh Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman, terkait kehadiran tokoh relawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Teman Ahok, di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) (05/09).
“Kaget lihat Teman Ahok tadi di MK, bukahkan mereka sudah terjun dari Monas karena Ahok gak jadi maju independen dan klaim KTP gak terbukti?” sindir Habiburokhman di akun Twitter @habiburokhman.
Habiburokhman dan pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menjadi pihak terkait yang mendaftarkan intervensi dalam sidang permohonan uji materi aturan cuti petahana yang diatur UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Jauh sebelumnya, Habiburokhman menilai bahwa gugatan judicial review (JR) yang Ahok tidak memenuhi persyaratan.
Ahok dalam gugatannya menyebut pihak pemohon merupakan Gubernur DKI Jakarta. Sementara Habiburokhman menyebutkan hanya ada empat kriteria yang bisa mengajukan uji materi ke MK.
“Kan cuma ada empat, (pemohon) atas nama pribadi, badan hukum, masyarakat adat atau lembaga negara. Jadi, enggak ada sebagai Gubernur, jadi jelas dia tidak bisa mengajukan permohonan sebagai Gubernur,” kata Habiburokhman di gedung MK (31/8/2016).
Pada persidangan yang digelar hari ini (05/09), Presiden Joko Widodo melalui pengacara dan DPR RI sama-sama meminta MK menolak permohonan Ahok.
Kesimpulan itu disampaikan pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra. “Sikap DPR ternyata sama dengan sikap Presiden Jokowi. DPR juga minta agar MK menolak permohonan Ahok,” demikian salah satu point jalannya sidang MK yang disampaikan Yusril di akun Twitter @Yusrilihza_Mhd.
Menurut Yusril, Presiden Jokowi melalui kuasa hukumnya menyanggah semua argumentasi hukum yang disampaikan Ahok di persidangan. “Presiden Jokowi malah meminta agar MK menolak permohonan Ahok dengan alasan agar pilkada berjalan jujur, adil dan fair maka cuti adalah wajib,” tulis @Yusrilihza_Mhd.
Dalam permohonannya, Ahok beralasan bahwa cuti kampanye akan mengurangi haknya menjabat gubernur selama lima tahun. Selain itu Ahok mengatakan dirinya punya tanggungjawab untuk membahas APBD DKI dan menjalankan tugas-tugas lain, sehingga dia tidak perlu cuti. (it)

