logo
×

Minggu, 11 September 2016

Kenangan Pilu Korban Gusuran Rawajati: Aparat Brutal Banget, Ada Ibu-ibu Di Tendang Dan Di Serat, Kelakuannya Udah Kayak PKI!

Kenangan Pilu Korban Gusuran Rawajati: Aparat Brutal Banget, Ada Ibu-ibu Di Tendang Dan Di Serat, Kelakuannya Udah Kayak PKI!

Nusanews.com - Meski sudah lewat lebih sepuluh hari, namun trauma perlakuan brutal aparat masih dirasakan korban penggusuran Rawajati, Kalibata. Mereka yang kini masih di tenda darurat itu mengaku diperlakukan tak manusiawi.

"Brutal... Brutal bangets. Ada ibu-ibu ditendang, diseret-seret oleh aparat saat penggusuran. Sudah seperti PKI mereka itu kelakuannya," ujar Sri, salah satu warga korban gusuran Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan di tenda darurat, Minggu (11/9/2016).

Sri mengaku tak habis pikir dengan kasarnya aparat menggusur warga. Dia mengatakan para aparat seperti tidak melihat lagi bahwa yang dihadapi adalah manusia atau rakyat yang juga sah tinggal di ibukota.

Senada dengan Sri, Herman Suseno juga mengaku sempat ditendang dan digebuki aparat. "Saya hampir diinjak-injak juga saat penggusuran tanggal 1 September yang lalu itu," papar Herman Suseno yang ditemui bersama Sri.

Perlakuan kasar, menurut penuturan Herman, juga dialami oleh Syariat, anggota DPRD DKI Jakarta. Syarif yang berusaha melerai bentrokan antara warga dengan aparat itu tak luput dari perlakuan keras dan kasar.

"Khabarnya pak Syarif akan mengadukan Satpol PP ke Polisi," ujar Herman Suseno yang menyimpan foto-foto brutalnya aparat saat penggusuran.

Melihat kasarnya aparat saat penggusuran, Erma dari Divisi Advokasi Rumah Amanat Rakyat akan membantu korban gusuran ke jalur hukum. Saat ini bukti-bukti kebrutalan aparat tengah dikumpulkan sebagai pendukung.

"Kami akan membantu korban penggusuran untuk mendapatkan keadilan. Tindakan aparat yang brutal sudah melampaui dan bertentangan dengan rasa kemanusiaan," papar Erma yang ditemui saat penyerahan hewan korban dari RAR kepada korban gusuran Rawajati. (ts)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: