
Nusanews.com - Kepala Unit Reskrim Polsek Bandung Kidul Polrestabes Bandung, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Darius Elimanafe, tertangkap tangan Propam Polda Jawa Barat melakukan pungli dan pemerasan dengan cara meminta imbalan uang sebesar Rp 1.050.000.000 untuk menangguhkan penahanan korbannya, Tommy Senjaya, Selasa (18/10/2016) kemarin.
Jumlah tersebut merupakan hasil tawar menawar. Awalnya, Darius meminta Rp 1,2 miliar.
Uang imbalan permintaan AKP Darius tidak diberikan secara utuh. Dari informasi yang diterima, AKP Darius yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Propam Polda Jawa Barat ini baru menerima Rp 250.000.000.
Uang tersebut diberikan oleh Yongki, kakak dari Tommy Senjaya, pada hari Kamis (6/10/2016), di rumah makan Wajan di Komplek Batununggal Kota Bandung.
Setelah diterima, uang tersebut kemudian dibagi-bagikan oleh AKP Darius ke seluruh jajaran Polsek Bandung Kidul dengan rincian mulai dari Kapolsek Bandung Kidul yang menerima uang Rp 50.000.000, Wakapolsek Bandung Kidul sebesar Rp 12.500.000, penyidik kasus Tommy sebesar Rp 35.000.000, Timsus sebesar Rp 7.000.000, hingga beberapa Kanit dan Paniit yang masing-masing mendapat jatah bagian Rp 500.000.
Kepala Polda Jawa Barat Irjen Pol Bambang Waskito memastikan, seluruh anggota Polsek Bandung Kidul yang menerima aliran uang dari AKP Darius akan diperiksa sebagai saksi.
"Kita periksa semua. Kita tidak berhenti sampai di situ saja. Penyuap juga akan kita periksa," ujar Bambang di Bandung, Kamis (20/10/2016).
Pada saat AKP Darius ditangkap Selasa kemarin, Propam Polda Jawa Barat mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang sebesar Rp 152.650.000 dari ruangan AKP Darius Elimanafe.
Kemudian dari Kepala Polsek Bandung Kidul Kompol Wasikin sebesar Rp 49.200.000 serta dari Wakapolsek Bandung Kidul sebesar Rp 12.000.000.
Sehingga jumlah total uang yang diamankan Propam Polda Jawa Barat dari hasil 'bagi-bagi' mencapai Rp. 213.850.000.
"Yang terima Rp. 500 ribu juga kita akan periksa biar jelas," tuturnya.
Banyaknya uang pungli yang mengalir dalam kasus ini membuat Bambang geram. Dia bahkan berniat untuk mengganti seluruh anggota kepolisian yang bertugas di Polsek Bandung Kidul.
"Bisa saja kita bedol desa. Kita juga perlu tahu apakah ada perintah dari pimpinan (Kapolsek) atau hanya inisiatif dari Kanit," tandasnya. (kp)

