
Nusanews.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama enggan berkomentar banyak tentang aksi unjuk rasa yang dilakukan secara besar-besaran oleh gabungan organisasi masyarakat (ormas) seperti Front Pembela Islam (FPI) dan ormas-ormas lainnya.
Para pendemo itu berencana datang lagi pada Jumat pekan depan, menanggapinya, Basuki menyebutkan jika hal tersebut boleh-boleh saja dilakukan mengingat aksi demo sudah biasa dilakukan.
“Dulu juga begitu. Waktu (saya) baru dilantik (gubernur) juga sama dulu. Dari dulu juga Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) begitu setiap Jumat. Sampai bosan kan akhirnya?” ujar Basuki di Balai Kota, Jumat (14/10).
Termasuk soal sudah dilaporkannya ia kepada Bareskrim Polri juga oleh mereka, dikatakannya, ia tinggal menunggu proses hukum saja. Ia juga siap datang jika kemudian ada panggilan dari Bareskrim terkait hal ini.
“Tunggu saja proses hukumnya. Ini kan negara hukum. Negara hukum kan tidak bisa memaksa. Kelompok yang sama juga minta KPK periksa saya dulu. Maksa jadi tersangka kasus Sumber Waras dan reklamasi. Terus, waktu saya jadi Gubernur juga menolak,” katanya.
Terkait dengan adanya ancaman dari Habib Rizieq pada saat orasi yang mengatakan akan mencelakai dirinya, Basuki menyebutkan, hal tersebut sudah menjadi urusan polisi apabila disampaikan secara terbuka seperti itu.
“Taman rusak setelah demo juga mereka pada mau tanggung jawab enggak? Enggak pernah kan?” pungkasnya. (bs)

