
Nusanews.com - Okta (14) warga Jalan KH Azhari Lorong Hijriyah RT 18/05 Kelurahan 3-4 Ulu Kecamatan SU I, Palembang, hanya bisa termenung dan berteriak keras, ketika mendapati kakak perempuannya yakni Warsi sudah tergantung menggunakan handuk di atap kamarnya, Jumat (21/10/2016), sekitar pukul 19.30.
Melihat keadaaan kakaknya dalam posisi tergantung, Okta berteriak meminta tolong sehingga orangtua dan keluarganya yang saat itu berada di ruangan lain langsung datang dan melepaskan korban dari gantungan handuk. Setelah diturunkan ternyata gadis berumur 17 ini pun sudah meninggal dunia.
Mengetahui hal tersebut, jenazahnya langsung dibawa keluarga korban ke RS Bari, Palembang, untuk dilakukan visum luar.
"Saya seperti biasanya masuk kamar kakak. Nah ketika saya masuk, kakak saya sudah tergantung. Saya termenung melihatnya, lalu berteriak minta tolong," ungkap Okta.
"Saya tidak tahu mengapa kakak saya sampai begini. Kalau sehari-hari kami bisa bercerita, tetapi dia tidak pernah cerita soal yang mendalam," katanya.
Sementara Mulyadi, paman korban mengatakan, dirinya dan keluarga juga tidak tahu pasti kejadian ini.
"Saya tahu keponakan saya ini sudah tergantung dan kami bawa ke RS Bari Palembang, untuk dilakukan visum luar," kata Mul.
Dalam keseharian Warsi, sambung Mul, keponakannya tersebut merupakan anak periang dan suka bergaul dengan anak-anak sebayanya di kampung.
"Anaknya periang pak. Saya juga tidak habis pikir mengapa ia nekat mengakhiri hidupnya," ungkapnya.
Sementara Kapolsek SU I, Palembang, AKP Khalid, ketika mendapati laporan dari warga adanya korban yang gantung diri, ia dan anggotanya berserta tim Indent Polresta Palembang mendatangi TKP (Tempat kejadian perkara).
"Kita sudah lakukan olah TKP untuk mengumpulkan data. Korban pun dilakukan visum luar di RS Bari. Kalo penyebab kematian masih kita lakukan penyelidikan. Saat ditemukan korban dalam posisi tergantung di dalam kamarnya," kata Khalid. (tn)

