logo
×

Kamis, 13 Oktober 2016

Lagi! Giliran Kapolri Minta Masyarakat Untuk Melihat Video Ahok Secara Utuh, Mana Tau Maksudnya Berbeda

Lagi! Giliran Kapolri Minta Masyarakat Untuk Melihat Video Ahok Secara Utuh, Mana Tau Maksudnya Berbeda

Nusanews.com - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengaku sudah menerima laporan dari berbagai organisasi masyarakat (Ormas) terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Tito menegaskan pihaknya akan memproses laporan tersebut.

Namun, ia mengimbau agar Ormas melihat secara utuh konteks yang dibicarakan Ahok.

"Kalau mau membaca konteks yang sebenarnya harusnya masyarakat melihat video secara utuh," ungkap Tito saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (12/10/2016).

Sementara, kata Tito, tayangan video yang beredar di masyarakat hanya memperlihatkannya secara sepotong.

Kapolri mengatakan video merupakan proses komunikasi.

Dalam video pidato Ahok masyarakat harus melihat lima aspek komunikasi yaitu pemberi pesan, penerima pesan, pesan itu sendiri, saluran komunikasi, dan konteks pesan.

Tito mengatakan jika melihat secara utuh mungkin maksud Ahok berbeda dengan yang dipersepsikan masyarakat selama ini.

"Kita masih belum tahu ada unsur pidana atau tidak dalam video itu. Biarkan proses berjalan dulu," ungkap Tito Karnavian. (tn)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: