
NUSANEWS - Pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto yang keempat kalinya merupakan upaya adu domba Ketua Umum Partai Gerindra dengan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Analisis itu disampaikan pengamat politik Zainal Abidin kepada intelijen (18/11). “Jokowi sengaja adu domba SBY – Prabowo dengan cara mengadakan pertemuan dengan Prabowo hingga empat kali,” kata Zainal Abidin.
Menurut Zainal, Jokowi empat kali menemui Prabowo hanya menjalankan tugas sebagai petugas partai dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Mega dan SBY punya dendam, maka perlu menjauhkan SBY dengan Prabowo, dan yang menjalankan tugasnya adalah Jokowi,” ungkap Zainal.
Zainal menduga, pertemuan Jokowi dengan Prabowo ditujukan untuk membentuk opini bahwa yang menjadi musuh dan mendalangi demo antiAhok itu SBY. “Beberapa kali Jokowi mengunjungi Prabowo, begitu pula Prabowo bertemu Jokowi, ini isyarat SBY sengaja tidak dilibatkan,” pungkas Zainal.
Sebelumnya, pengamat politik Yunarto Wijaya menilai, pertemuan Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (17/11) dianggap sebagai semacam peringatan kepada aktor-aktor politik agar tidak memanfaatkan kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Ahok untuk kepentingan politik mereka.
“Memang ada upaya dari kelompok tertentu yang mungkin dipercaya oleh Pak Prabowo, Pak Jokowi dan Ibu Megawati, yang ingin mengganggu stabilitas politik di negara ini,” kata Yunarto Wijaya seperti dikutip BBC Indonesia (17/11). (it)

