logo
×

Selasa, 29 November 2016

Semoga Myanmar Tidak Merasakan Panasnya Api, seperti Israel Rasakan Saat ini

Semoga Myanmar Tidak Merasakan Panasnya Api, seperti Israel Rasakan Saat ini

NUSANEWS - Israel mengalami kebakaran hebat, api membakar setiap rumah. kendaraan hingga manusia, sudah hampir 2500 nyawa warga Israel menjadi korban dan mereka kini tinggal dan bernasib seperti pengungsi

Kebakaran di Israel menyebar ke hampir seluruh wilayah di haifa, tel Aviv hingga Yerusalem, warga di semua tempat yang terdampak kebakaran kini menjadi pengungsi di sekolah sekolah dan tempat aman

Kebakaran dengan api yang sulit dipadamkan, sudah puluhan pesawat penanganan kebakaran dikrimkan dari berbagai negara, namun seolah api sulit dipadamkan dan terus meluas menjangkau wilayah wilayah lain

Kesombongan bangsa Israel saat ini sangat mirip dengan karakter yang digambarakan pada Bani Israil pada jaman Nabi, dengan tetap menuduh palestina sebagai pelaku pembakar dan tidak mau sadar atas perbuatannya yang tetap memperluas pemukiman dengan mencaplok wilayah palestina bertahun tahun

Palestina terusir dari negerinya sendiri, dan Israel menggunakan senjatanya untuk membungkam dan mengusir perlawan rakyat palestina

Apa yang terjadi dan dilakukan bangsa Israel sangat mirip dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar saat ini, yaitu mengusir etnis Rohingya dari wilayahnya serta mengejar dan membunuh hingga pantas disebut praktek Genoside atau gerakan menghabisi etnis tertentu

Bagaimana kalau yang terjadi di Israel akhirnya bisa terjadi pula di Myanmar, karena sesungguhnya Allah tidak pernah tidur melihat Umatnya ditindas dan dihabisi

Mengusir umat Muslim dari wilayah  miliknya sendiri, hingga akhirnya menjadi pengungsi untuk mencari perlindungan ke negara negara lain, apakah nanti bangsa Myanmar akan merasakan seperti yang dirasakan Israel saat ini, dengan akhirnya menjadi pengungsi karena bencana kebakaran hebat dinegerinya sendiri, semoga saja tidak (ln)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: